lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bekerja sama dengan HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services), unit di bawah naungan Yayasan Hasnur Centre, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi guru Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten HSU.
Bimtek bertema “Penguatan Kompetensi Guru SD melalui Pembelajaran Holistik untuk Meningkatkan Kualitas Rapor Pendidikan” ini diselenggarakan selama tiga hari dua malam, mulai 5 hingga 7 Agustus 2025, di Aula Jeddah, Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin. Sebanyak 184 guru dari seluruh SD di bawah naungan Disdikbud HSU turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar di daerah, sekaligus mendukung visi penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Seluruh rangkaian pelatihan dirancang untuk memperkuat kompetensi guru, mulai dari pembelajaran berbasis literasi dan numerasi, penguatan karakter dan sosial-emosional, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kabupaten HSU, Rahman Heriadi, S.STP., M.Si., yang didampingi oleh jajaran staf bidang GTK, serta dihadiri oleh Direktur Eksekutif HAFECS, Dr. Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M.
Dalam sambutannya, Rahman Heriadi menyampaikan apresiasinya atas kerja sama yang telah terjalin antara Disdikbud HSU dan HAFECS. Ia menilai kegiatan Bimtek ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pengajaran di kelas.
“Setelah beberapa kali bekerja sama dengan HAFECS, banyak guru merasa lebih mampu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Tugas guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter anak didik serta menggali potensi mereka secara utuh.”
Sementara itu, Direktur HAFECS, Dr. Zulfikar Alimuddin, menekankan pentingnya pembelajaran bermakna yang mampu membuka alam pikir siswa dan melibatkan mereka secara utuh dalam proses belajar.
“Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada isi materi, tetapi juga pada kebutuhan dan perkembangan siswa secara menyeluruh,” ujarnya.
Pada hari pertama pelatihan, peserta mengikuti tiga sesi utama. Sesi pertama disampaikan langsung oleh Dr. Zulfikar Alimuddin dengan topik “Contextualizing Teaching: Menghadirkan Pembelajaran Bermakna untuk Anak SD.”
Sesi kedua dibawakan oleh Taufik Hidayat dengan materi “Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Teaching Mastery Framework (TMF) dan Pedagogical Content Knowledge (PCK).”
Sesi ketiga disampaikan oleh Danang Bagus Yudistira dengan materi “Social-Emotional Aspect of Learning”, yang menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Tak hanya pelatihan di kelas, Bimtek ini juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kolaboratif, dan relevan dengan dunia nyata.
Dengan pendekatan holistik ini, para guru diharapkan semakin siap mengembangkan proses pembelajaran yang dekat dengan siswa, inklusif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas Rapor Pendidikan. Semua ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendorong kualitas pendidikan daerah demi terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua.
Editor: Muhammad Tamyiz


