lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin bangga kegiatan kampanye public relation Bersua Asa.
Kampanye ini bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menindaklanjuti fenomena tindak kekerasan serta menjadi wadah perjuangan anti kekerasan di Kota Banjarmasin. Khususnya pada kelompok usia anak dan remaja di lingkungan Kota Banjarmasin. Sabtu
(23/8/25).
Data terakhir pada instagram @dpppa.banjarmasin mencatat sebanyak 109 kasus kekerasan, dengan rincian korban terdiri dari 42 orang perempuan, 34 anak laki-laki, dan 33 anak perempuan. Jumlah ini menjadi pengingat pentingnya peran aktif berbagai pihak dalam upaya pencegahan kekerasan.
Sementara, Miftah Al Hajir, S.Psi., MA, Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Banjarmasin, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi karena diinisiasi oleh teman-teman. Harapannya kegiatan ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Miftah Al Hajir menjelaskan pentingnya keterlibatan berbagai kalangan dalam upaya pencegahan kekerasan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menular ke semua lapisan masyarakat. Karena kami dari dinas sendiri, jika bertindak sendiri, tentu terbatas oleh sumber daya manusia. Jadi, kami sangat berharap peran serta dari teman-teman semuanya,” tambahnya.
Ia menegaskan tujuan jangka panjang dari kolaborasi ini. “Semoga apa yang kita laksanakan akan membawa kemaslahatan dan kebaikan untuk mewujudkan Kota Banjarmasin sebagai kota yang ramah anak dan layak anak. Dari Banjarmasin diharapkan dapat menjadi contoh di tingkat provinsi, bahkan nasional, untuk membentuk lingkungan yang layak dan ramah bagi anak-anak,” tutupnya.
Kampanye Bersua Asa yang berfokus pada peningkatan kesadaran anti kekerasan ini menjadi salah satu bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi perempuan dan anak di Kota Banjarmasin.
Editor : CAN


