lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Seminar Nasional Pekan Jurnalistik 2025 yang digelar di Lecture Theatre FEB Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Sabtu (20/9/2025), menghadirkan dua narasumber yang membahas peran jurnalisme digital sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi generasi muda.
Mengusung tema “Redefining Media for Economic Impact: Digital Journalism as a Driver for the Young Generation”, kegiatan ini menyoroti peluang bisnis media di tengah era disrupsi informasi.
Muhammad Fahmi Ramadhani, Tourism & food influencer, menyampaikan bahwa jurnalisme digital tidak lagi hanya terbatas pada penyajian berita, tetapi juga menekankan kreativitas dalam mengemas informasi agar memiliki nilai ekonomi.
“Anak muda sekarang harus berani masuk ke dunia jurnalistik digital. Konten yang menarik, relevan, dan kredibel bisa menjadi pintu rezeki sekaligus memberikan edukasi. Bukan hanya jadi jurnalis, tapi juga kreator yang mampu membangun ekosistem bisnis,” ujarnya.
Sementara itu, Arief Rahman, Founder Trend Media Group, menekankan pentingnya keberlanjutan dalam bisnis media digital.
“Kunci kesuksesan media tidak hanya terletak pada viralitas sesaat, melainkan pada strategi jangka panjang agar bisnis tetap mampu bertahan di tengah arus informasi yang terus berubah dengan cepat,” paparnya.
Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Adapun Pimpinan Umum LPM Jurnal Kampus ULM, Firdaus, menilai antusiasme peserta cukup tinggi.
Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat dinilai sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda, khususnya dalam melihat peluang bisnis di dunia media.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori jurnalistik, tetapi juga melihat sisi bisnisnya. Bagaimana media bisa menjadi peluang kerja dan usaha di era digital,” tuturnya.
Firdaus berharap, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga mampu memanfaatkan sisi bisnis media sebagai peluang kerja dan usaha di era digital.
Dengan adanya seminar ini, generasi muda di Banua diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri media digital sekaligus mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang terkandung di dalamnya.
Editor: Ikhsan Makkawali


