lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil Kalimantan Selatan turun ke jalan dalam aksi bertajuk Seruan Kalsel Melawan. Aksi ini dipusatkan di depan Gedung DPRD Kalsel, mengusung enam tuntutan utama. Senin (1/9/25)
Massa menuntut efisiensi gaji DPR, serta mengecam tindakan represif aparat. Mereka juga mendesak keadilan untuk Affan Kurniawan, korban aparat yang viral dalam beberapa hari terakhir.
Selain itu, aksi ini juga menolak rencana pembentukan Taman Nasional Meratus yang dinilai merugikan masyarakat adat.
Dua tuntutan lainnya adalah pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Perlindungan Masyarakat Adat.
Hingga saat ini aksi berjalan tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Massa berjanji akan terus mengawal isu ini hingga mendapat tanggapan nyata dari pemerintah.
Menariknya, dalam penyampaian aspirasi tersebut turut hadir pula para relawan
Yang mengatasnamakan “Berbagilah Berbahagialah” Mereka Bagikan Nasi untuk Pendemo di Kalsel.
Kegiatan ini dilakukan secara langsung di lapangan, dengan relawan mendatangi lokasi konsentrasi massa dan membagikan makanan secara gratis. Selain nasi bungkus, relawan juga membagikan air mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pendemo yang mengikuti aksi sejak pagi hari.
Pembagian berlangsung secara tertib dan difokuskan kepada peserta aksi yang berada di garis depan maupun di sekitar lokasi unjuk rasa.
Aksi iru merupakan salah satu bentuk dukungan nyata kepada para pendemo yang sedang menyuarakan tuntutan mereka. Melalui aksi berbagi ini, relawan berusaha memberikan bantuan logistik agar para peserta dapat terus mengikuti aksi dengan kondisi fisik yang tetap terjaga.
Editor : CAN


