Lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bekerja sama dengan lembaga nirlaba asal Kanada, Pueblo Science, menggelar pelatihan bagi guru dan calon guru IPA se-Kalimantan Selatan. Kegiatan berlangsung di Kampus FKIP ULM pada Kamis (29/5/2025).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai media pembelajaran sains yang kontekstual dan berbasis proyek.
Kalimantan Selatan masih menghadapi keterbatasan fasilitas praktikum di banyak sekolah, sehingga pembelajaran IPA cenderung berfokus pada teori. Padahal, Kurikulum Merdeka menuntut guru menghadirkan pembelajaran berbasis proyek yang menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila, seperti berpikir kritis, kreatif, peduli lingkungan, hingga literasi digital.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim ahli Pueblo Science menghadirkan sesi pengenalan konsep, praktik langsung, hingga refleksi bersama. Peserta juga diperkenalkan dengan teknologi sederhana yang dipadukan dengan bahan-bahan lokal, sehingga pembelajaran IPA bisa dirancang tanpa harus mengandalkan peralatan laboratorium canggih.
Ketua Jurusan Pendidikan MIPA FKIP ULM, Syubhan Annur, M.Pd., menyebut kegiatan ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 7, yakni kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
“Guru dan calon guru IPA tidak hanya menguasai konsep sains, tetapi juga mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan berkarakter. Dengan begitu, siswa memahami sains sekaligus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Sauqina, S.Pd., M.A., menegaskan pentingnya kreativitas guru dalam memanfaatkan potensi lokal.
“Lingkungan sekitar sekolah sebenarnya adalah laboratorium alam yang kaya. Jika dipadukan dengan prinsip sains, teknologi, dan kreativitas, pembelajaran akan lebih relevan sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, guru dan calon guru IPA diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inspiratif, relevan dengan kurikulum, sekaligus mengoptimalkan lingkungan sebagai sumber eksperimen sains.












