Dalam hal literasi dan inklusi keuangan, hingga 25 Oktober 2025 OJK Kalsel telah menggelar 78 kegiatan edukasi dengan total 17.874 peserta, melibatkan pelajar, ASN, dan masyarakat umum.
Pada momentum Bulan Inklusi Keuangan 2025, OJK juga menyelenggarakan sembilan kegiatan bersama pemerintah daerah, asosiasi, pelaku usaha keuangan, dan perguruan tinggi.
TPAKD se-Kalsel mencatat pembukaan 37.543 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dan penyaluran Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) senilai Rp4,35 miliar kepada 560 debitur.
Atas inovasinya, Pemerintah Kota Banjarmasin meraih TPAKD Award 2025 melalui program unggulan seperti pengelolaan sampah menjadi tabungan emas dan UMARA (UMKM Maju dan Sejahtera).
Di sisi lain, layanan konsumen juga menunjukkan peningkatan dengan 13.769 permintaan SLIK (online dan tatap muka) serta 516 pengaduan, mayoritas terkait layanan perbankan dan pendanaan.
Untuk mendukung ketahanan pangan, OJK bersama pemangku kepentingan menandatangani komitmen Program Budidaya Padi Apung pada 14 Oktober 2025 di Kabupaten Banjar. Program ini melibatkan pemerintah daerah, Dinas Pertanian, BULOG, BPR Martapura Banjar Sejahtera, BPJS Ketenagakerjaan, dan kelompok tani Suka Maju.
“Kami berharap sinergi ini dapat menjadi alternatif pertanian berkelanjutan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi petani,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


