lenterakalimantan.com, MUARA TEWEH — Keberhasilan Kabupaten Barito Utara meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah 2025 mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara. Anggota Komisi I DPRD Barito Utara, H. Al Hadi, S.Pd.I, menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang memberikan bonus umroh dan reward ratusan juta rupiah kepada para juara sebagai bentuk penghargaan yang layak dan patut diapresiasi.
Menurut Al Hadi, penghargaan tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk pengakuan atas perjuangan dan prestasi kafilah yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
“Mereka sangat layak mendapatkannya karena telah membawa nama baik Kabupaten Barito Utara. Bonus umroh ini bukan hanya hadiah, tetapi bentuk apresiasi nyata dan penghormatan atas perjuangan generasi Qur’ani,” ujar Al Hadi di Muara Teweh, Minggu (23/11/2025).
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus tokoh Kerukunan Umat Beragama Barito Utara ini menegaskan bahwa MTQH memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang unggul, baik secara spiritual maupun intelektual.
“MTQH bukan hanya soal seni tilawah, tetapi juga cabang keilmuan yang mengasah kemampuan intelektual. Generasi Qur’ani yang lahir dari ajang ini merupakan aset besar bagi daerah,” jelas Ketua Forum Pondok Pesantren Barito Utara tersebut.
Meski demikian, Al Hadi mengingatkan agar para peserta tidak berpuas diri dengan capaian saat ini. Tantangan selanjutnya adalah menghadapi MTQH di tingkat nasional.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi, bukan titik akhir. Kita doakan Barito Utara mampu tampil lebih baik lagi di tingkat nasional,” tuturnya.
Ia juga menilai kesuksesan Barito Utara sebagai Juara Umum MTQH mencerminkan kuatnya pembinaan keagamaan serta terjaganya kerukunan umat beragama di daerah tersebut. Dukungan lintas agama dan sinergi antar-lembaga disebut menjadi kunci utama keberhasilan.
“Barito Utara telah membuktikan bahwa harmoni dan toleransi adalah kekuatan besar daerah ini. Inilah pondasi penting dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


