lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menggelar Kontes Ternak Kambing se-Kalimantan Selatan di Pasar Hewan Pelaihari, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang digelar untuk kedua kalinya ini menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut.
Acara tersebut dihadiri Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, perwakilan Dinas Pertanian Kota Palangkaraya, Kepala Dinas Peternakan Tanah Laut, jajaran forkopimda, serta puluhan peserta kontes.
Kontes ini diselenggarakan untuk memperkuat posisi Tanah Laut sebagai Lumbung Produksi Ternak, sekaligus memotivasi peternak lokal agar meningkatkan kualitas dan jumlah produksi. Pasalnya, produksi ternak di Tanah Laut masih belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Laut, Muhammad Mursyi, menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan masih mendatangkan sekitar 3.000 ekor ternak dari luar daerah setiap tahun. Kondisi ini mendorong pentingnya kontes sebagai pemacu semangat peternak lokal untuk meningkatkan produktivitas.
Pada tahun ini, kontes mempertandingkan tiga kategori utama, yakni Ekstrem Jantan, Performan Betina, dan Betina Jawara. Total peserta berjumlah 84 peternak, terdiri dari 70 peternak lokal dan 14 peternak dari daerah lain, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Banjar.
Selain sebagai ajang adu kualitas, kontes ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Meningkatkan motivasi dan memberikan apresiasi kepada peternak.
- Menjadi wadah diskusi dan konsultasi antarpelaku peternakan.
- Mengasah kemampuan peternak dalam meningkatkan kualitas ternak.
Tantangan bagi Peternak di Tengah Perkembangan Teknologi
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyoroti tantangan yang dihadapi peternak akibat perkembangan teknologi, baik dalam bidang peternakan maupun pemasaran. Ia menyebut perubahan informasi yang semakin cepat berdampak pada skala pasar ternak di Pelaihari.
“Dulunya pasar ini merupakan yang terbesar di Kalsel, tetapi dengan cepatnya informasi membuat pasar mulai mengecil,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap Pasar Hewan Pelaihari tetap menjadi pusat perdagangan ternak yang berdaya saing dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Saya ingin mewujudkan bahwa pasar ternak masih ada dan siap bersaing dengan hasil ternak yang berdatangan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kontes tidak hanya menjadi ajang unjuk kualitas, tetapi juga sarana edukasi.
“Di sini tempat berdiskusi dan bertukar pikiran dengan sesama peternak, bukan sekadar menunjukkan hasil ternak terbaik,” katanya.
Kontes Ternak Kambing ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan produksi dan kualitas ternak di Tanah Laut, sekaligus mendukung visi daerah sebagai lumbung produksi ternak.
Editor: Rizki


