lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Capaian nilai Monitoring, Controlling, and Surveillance for Prevention (MCSP) sebesar 91,52 untuk Kabupaten Banjar, mendapatkan apresiasi dari Bupati, Saidi Mansyur.
Nilai tersebut menempatkan Kabupaten Banjar di peringkat pertama di Kalimantan Selatan dan ke-16 secara nasional. Seperti diketahui, MCSP adalah indikator yang diberikan oleh KPK RI kepada pemerintah daerah sebagai instrumen untuk mengukur, memantau, dan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
Selain MCSP, Pemerintah Kabupaten Banjar juga meraih nilai 78,18 untuk Survei Penilaian Integritas (SPI) dengan kategori terjaga.
Seluruh capaian tersebut, menurut Saidi, harus ditanggapi dengan semangat kerja yang semakin meningkat.
Ia mengingatkan jajarannya agar capaian itu tidak membuat mereka lengah dan berpuas diri.
“Saya minta seluruh jajaran menjadikan hasil ini sebagai alat refleksi atau instrumen evaluasi diri untuk perbaikan tata kelola, perubahan sistem, perilaku dan budaya kerja yang berintegritas,” ujarnya.
Selain itu, Saidi juga menekankan sejumlah hal penting yang harus ditindaklanjuti. Di antaranya persiapan program penanggulangan kemiskinan agar realisasi belanja dapat dilaksanakan tepat waktu pada Januari dan Februari 2026.
Dirinya menekankan agar penentuan sasaran penerima manfaat mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam laporan keuangan, realisasi hingga November lalu tercapat mencapai 73,31 persen, sementara untuk realisasi fisik sebesar 90,43 persen. Meskipun tergolong tinggi, Saidi menilai serapan untuk serapan anggaran realisasi fisik perlu ditingkatkan.
Saidi juga menegaskan percepatan implementasi program unggulan kepala daerah harus menjadi fokus bersama seluruh perangkat daerah.
Tahun 2026 diharapaknanya menjadi awal implementasi nyata program unggulan, sehingga dapat berjalan penuh, terukur, dan manfaatnya dirasakan maksimal oleh masyarakat.
Editor: Rizki












