lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Aktivitas pengiriman barang menjelang Natal dan tahun baru menunjukkan tren peningkatan, meski belum kembali ke tingkat keramaian seperti sebelum pandemi. Kondisi tersebut mencerminkan sektor logistik yang masih berada dalam tahap pemulihan.
Owner Lintas Jawa Group, Saut Nathan Samosir, mengatakan lonjakan pengiriman menjelang momen akhir tahun memang terjadi, namun skalanya masih terbatas.
“Kalau melihat kondisi saat ini, ada kenaikan pengiriman menjelang Natal dan akhir tahun. Tetapi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, volumenya belum terlalu ramai,” ujar Saut baru-baru ini.
Ia menjelaskan, peningkatan pengiriman barang berkisar antara 10 hingga 20 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode normal sebelum pandemi, ketika lonjakan pengiriman bisa meningkat hingga beberapa kali lipat.
“Saat ini kenaikannya masih di kisaran itu. Tidak seperti dulu yang bisa melonjak besar. Namun, tetap patut disyukuri karena ada pergerakan positif,” katanya.
Menurut Saut, kondisi logistik nasional tahun ini belum sepenuhnya stabil. Berbeda dengan sejumlah negara lain yang biasanya mengalami lonjakan signifikan pada musim Natal, peningkatan di Indonesia masih terjadi secara bertahap.
Meski demikian, ia optimistis tren pengiriman akan terus membaik. Pasalnya, momentum akhir tahun akan berlanjut ke perayaan Tahun Baru Imlek dan dilanjutkan dengan bulan Ramadan.
“Ini momen yang saling berkesinambungan. Dari Natal, kemudian Imlek, lalu Ramadan. Biasanya pemilik barang sudah mulai mengisi stok lebih awal, sehingga potensi pengiriman masih akan naik,” jelasnya.
Dari sisi jenis barang, Saut menilai tidak ada perubahan signifikan. Pengiriman masih didominasi barang umum, sementara sektor pembangunan dinilai belum menunjukkan pergerakan yang berarti dalam beberapa bulan terakhir.
Ia juga menyoroti kondisi ekonomi antarwilayah yang belum sepenuhnya berjalan seirama. Peningkatan pengiriman di satu daerah belum tentu diikuti wilayah lainnya.
“Kadang ketika Surabaya ramai, daerah lain justru melambat. Dinamika ekonomi memang tidak selalu berjalan bersamaan,” ujarnya.
Terkait kebijakan pembatasan operasional angkutan barang di Pulau Jawa selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Saut memastikan hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kegiatan ekspedisi.
“Pembatasan itu sudah rutin setiap tahun. Tidak dilakukan secara total dan ada tahapan, jadi pelaku usaha sudah terbiasa mengantisipasi,” katanya.
Sementara itu, faktor cuaca hingga saat ini masih dinilai relatif aman. Kondisi pelayaran di jalur utama belum menunjukkan gangguan berarti sehingga distribusi barang tetap berjalan lancar.
“Cuaca sejauh ini masih cukup stabil. Jalur laut juga aman, jadi belum ada kendala serius dalam pengiriman,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


