lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Tepat setahun memimpin Kalimantan Timur, H Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur H Seno Aji memilih memaknai momentum itu dengan cara sederhana namun sarat makna. Jumat, 20 Februari 2026, Gubernur yang akrab disapa Harum mengawali hari dengan Safari Ramadan dan Gerakan Salat Subuh Berjemaah di Masjid Nurul Mukminin.
Suasana Subuh pagi itu terasa istimewa. Selain jemaah umum, ratusan pelajar SMA/SMK serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tampak memadati masjid. Mereka datang bukan sekadar untuk beribadah, tetapi juga mendengarkan pesan langsung dari orang nomor satu di Kalimantan Timur.
Di hadapan generasi muda, Gubernur Harum menegaskan keyakinannya bahwa ketaatan menjaga salat Subuh dapat menjadi titik awal membangun karakter generasi yang tangguh. Menurutnya, Subuh bukan hanya ibadah ritual, melainkan latihan kedisiplinan dan tanggung jawab yang membentuk kebiasaan positif sejak usia muda.

“Subuh ini luar biasa maknanya. Karena itu, manfaatkan waktu Subuhnya, kurangi waktu begadangnya,” pesan Gubernur Harum dengan nada penuh perhatian.
Ia pun mengingatkan pentingnya mengatur pola istirahat. Aktivitas malam yang tidak produktif, katanya, justru kerap menjadi penghalang untuk bangun pagi dan menunaikan salat Subuh berjemaah.
“Sampai jam 10 sudah istirahat, supaya bisa bangun dan Subuh berjemaah,” lanjutnya.
Kebiasaan bangun pagi dan menjaga Subuh, menurut Gubernur, akan melahirkan akhlak, adab, serta sopan santun yang kuat. Disiplin waktu yang terbangun sejak Subuh diyakini akan menular pada disiplin belajar dan bekerja, sekaligus menempa mental generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Ia menilai, generasi yang terbiasa menjaga Subuh cenderung lebih kuat menghadapi berbagai godaan, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, hingga jerat judi online yang kini kian mengintai anak-anak muda.
Tak berhenti pada ceramah, Gubernur Harum juga membuka ruang dialog. Pelajar dan mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan ide, gagasan, bahkan pertanyaan kritis. Diskusi berlangsung hangat dan terbuka, jauh dari kesan satu arah.
Baginya, membangun generasi cerdas tidak cukup hanya dengan nasihat. Diperlukan ruang bertanya, ruang berdiskusi, dan ruang untuk bertumbuh agar anak muda tidak hanya patuh, tetapi juga berani berpikir dan bersuara.
Selain itu, Gubernur mendorong agar kebiasaan salat Subuh diperkuat dengan budaya membaca Al-Qur’an, baik sebelum maupun sesudah salat. Rutinitas tersebut diyakini mampu memperkaya batin sekaligus mempertajam nalar spiritual generasi muda.
“Kalau rajin salat Subuh, insyaallah akan lahir generasi Kaltim yang cerdas, saleh, dan salehah,” tutupnya optimistis.


