lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU –
Pantai Mattone di Desa Kampung Baru, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, kini menjelma menjadi primadona baru wisatawan lokal. Destinasi wisata yang tengah viral di media sosial ini resmi dibuka untuk umum dan menawarkan panorama pantai yang masih alami dengan pesona golden sunset yang memikat.
Hamparan pasir pantai berpadu dengan suasana asri menjadikan Pantai Mattone sebagai pilihan favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Sejak ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, jumlah kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan.
Salah satu pengunjung asal Kecamatan Simpang Empat, Atry Dianty, mengaku baru pertama kali mengunjungi Pantai Mattone. Ketertarikannya muncul setelah melihat keindahan pantai tersebut di media sosial.
“Ini kunjungan pertama saya karena lagi viral. Suasananya terlihat bagus di media sosial, jadi penasaran ingin melihat langsung,” ujarnya kepada Lenterakalimantan.com, Minggu (1/2/2026).
Menurut Atry, keindahan Pantai Mattone ternyata sesuai dengan ekspektasinya. “Ternyata setelah datang langsung, pantainya memang bagus,” ungkapnya.
Sebagai warga lokal, Atry mengaku bangga dengan hadirnya destinasi wisata baru yang dinilai estetik dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Ia pun berharap pengelola Pantai Mattone dapat melakukan pengembangan berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Sebagai pengunjung, saya berharap kita semua bisa sama-sama menjaga kebersihan pantai, jangan sampai banyak sampah berserakan,” tuturnya.
Dari sisi fasilitas, Pantai Mattone telah dilengkapi dengan toilet yang dinilai cukup memadai untuk destinasi wisata yang baru dibuka. Akses jalan menuju lokasi juga sudah cukup baik, sementara penataan kawasan pantai terlihat rapi dan nyaman, terutama bagi pengunjung yang datang bersama keluarga.
Dengan potensi alam yang dimiliki, Pantai Mattone diyakini mampu menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Tanah Bumbu. Kehadirannya diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM setempat.
Editor: Muhammad Tamyiz












