lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Babak baru kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tanah Laut resmi dimulai. Dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang berlangsung di Gedung Pramuka Pelaihari, Jumat (13/02/2026), Yuni Rahman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi ini pada periode 2026-2030.
Kemenangan mutlak ini membawa tanggung jawab besar. Ia kini mengemban misi untuk mentransformasi olahraga tradisional bukan sekadar hobi, melainkan gerakan masif yang mampu menembus batas-batas Rukun Tetangga (RT) dan sekolah.
Menjawab tantangan dari Kepala Dispora Tanah Laut, Rudi Imtihansyah, yang menginginkan organisasi yang aktif dan bernyawa, Yuni telah menyiapkan kerangka rencana yang lebih agresif. Fokus utamanya adalah menarik minat generasi muda agar tidak terjebak dalam dominasi gadget.
”Kita akan menggalakkan olahraga tradisional ini ke SMA, SMP, SD, dan ke kampung-kampung. Sebenarnya di tahun 2024 kemarin sudah kita laksanakan, cuman di tahun 2026 ini akan kita perbanyak lagi kegiatannya,” ujar Yuni.
Untuk mendukung langkah ini, KORMI Tanah Laut berencana membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan guna memastikan 54 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dapat menyentuh masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Tidak hanya fokus pada aspek sosial, ia tetap memasang standar tinggi untuk prestasi atlet olahraga kemasyarakatan Tanah Laut. Dua ajang besar, yakni Pekan Olahraga Daerah (PORDA) dan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS), menjadi radar utama kepengurusannya.
”Target utama kita adalah persiapan PORDA 2027 di Tapin. Mudah-mudahan kita minimal bisa mempertahankan peringkat ketiga, syukur-syukur kalau bisa naik lagi ke peringkat kedua,” jelasnya.
Meskipun terpilih dengan dukungan sekitar 75% anggota yang hadir, Yuni menekankan pentingnya soliditas internal. Ia berharap tidak ada lagi sekat perbedaan pendapat demi kemajuan olahraga di Bumi Tuntung Pandang.
Saat ini, Yuni bersama tim formatur tengah merampungkan susunan kabinet kepengurusan baru yang diharapkan dapat membawa semangat segar untuk periode empat tahun ke depan.
”Karena sifat olahraga ini adalah tradisional dan kemasyarakatan, maka sosialisasi akan terus kita lakukan agar di tahun 2027 nanti semakin banyak Inorga baru yang bermunculan,” tuturnya.
Editor: Rizki


