lenterakalimantan.com, JAKARTA – Pemerintah pusat mendorong percepatan tata kelola lingkungan dan persampahan yang menjadi isu strategis nasional di berbagai daerah. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tentang percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).
Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan dan didampingi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, serta dihadiri sejumlah kepala daerah.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas dua agenda utama, yakni percepatan implementasi PSEL di 33 lokasi serta penyusunan peta jalan (roadmap) penggunaan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem perkotaan.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin turut hadir dan menyatakan kesiapan Kota Banjarmasin menjadi salah satu proyek percontohan (pilot project) dalam percepatan implementasi PSEL bersama sejumlah kabupaten/kota lainnya.
Menko Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah menargetkan percepatan transformasi pengelolaan sampah dengan tenggat waktu yang terukur di setiap daerah, termasuk pada sektor non-rumah tangga.
“Hari ini kita menyatukan komitmen terhadap kondisi darurat sampah yang menjadi program prioritas nasional. Ada 61 kabupaten/kota yang kita rangkul, dari target awal 33, karena adanya wilayah aglomerasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah di tingkat rumah tangga. Menurutnya, perubahan perilaku membutuhkan waktu dan pendekatan yang efektif.
Selain itu, pemerintah mendorong penegakan hukum yang lebih tegas oleh pemerintah daerah terhadap pelanggaran pengelolaan sampah.
“Saya harap pemerintah daerah lebih tegas dalam penegakan hukum agar tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya di pusat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menilai rakor tersebut penting untuk menyinkronkan kebijakan pusat dan daerah dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks, sekaligus mengoptimalkan konversi limbah menjadi energi.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin siap mendukung program waste-to-energy sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah 100 persen dalam empat tahun ke depan melalui pendekatan ekonomi sirkular dan prinsip zero waste.
Editor: Tim Redaksi


