Di sisi lain, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih saat ini masih dalam tahap penanganan sehingga sebagian sampah Banjarmasin sementara dialihkan ke TPA Banjarbakula di wilayah Banjar–Batola. Kondisi ini mendorong pemerintah kota untuk semakin gencar menekan volume sampah dari sumbernya.
Inspektur Utama KLH, Komjen Pol. Winarto, mengatakan kegiatan gotong royong tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan korvei ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang merupakan arahan langsung dari Presiden. Gerakan ini dilaksanakan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat menjaga lingkungan,” katanya.
BACA JUGA: Wali Kota Yamin Hadiri Buka Puasa Pemprov Kalsel, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparatur negara, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi persoalan sampah.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun KLH Hanifah Dwi Nirwana serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Melalui gerakan bersama ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin dapat semakin kuat dan berkelanjutan.
Editor: Tim Redaksi


