lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menggelar sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemilu partisipatif, di Hotel Nasa Banjarmasin, Jumat (19/1/2024).
Dalam kegiatan tersebut Bawaslu Tala mengundang Mahasiswa Politeknik Negeri setempat, Polres, Kejaksaan Negeri, FKUB, Bakesbangpol, Satpol PP dan Damkar, BIN, KNPI, HMI, PMII Kabupaten, PII Kabupaten Tanah Laut, IMM GP Ansor, GMPP, awak media, Pramuka, dan HPPMTL.
Nara sumber yang hadir yakni, Akhmad Mukhlis, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Kalsel, Melly Minarti, Pegiat Pemilu dan Marsudi, Pegiat Pemilu.
Zainal Abidin Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa mengatakan, dengan digelarnya sosialisasi partisipatif ini yang hadir dapat membantu dalam pengawasan pemilu partisipatif.
Pengawasan pemilu partisipatif bisa dilakukan pada saat masa kampanye maupun pada proses penghitungan dan pemungutan suara pada pemilu 2024.
“Jika ada temuan atau dugaan pelanggaran bisa dilaporkan ke Panwas tingkat desa maupun tingkat Kecamatan atau ke Bawaslu Tala,” tandasnya.
Terpisah Marsudi, Pegiat Pemilu mengatakan, ada beberapa poin penting yang disampaikan olehnya seperti pemahaman masyarakat terkait dengan demokrasi.
Kemudian fungsi pemilu dan segi kemanfaatan setelah itu pemilu itu siapa yang mengawasinya, meski secara kelembagaan diawasi oleh Bawaslu tetapi kuantitatif terbatas. Maka dari itu perlu melibatkan masyarakat dalam hal pengawasan partisipatif.
Ia menambahkan, dalam pengawasan pemilu penting masyarakat ikut berperan proses membangun demokrasi yang ideal.
“Jangan sampai demokrasi ini lebih mundur dari tujuan reformasi, semakin kesini Demokrasi semakin menurun,” ujarnya.
Menurut pria yang tergabung dalam Akademi Pemilu dan Demokrasi ( APD) berharap, Bawaslu harus serius dalam menjalankan pengawasannya jangan main-main.
“Organisasi Akademi Pemilu dan Demokrasi tugas kerjanya mengawasi Bawaslu dan
advokasi masyarakat,” pungkasnya.


