lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pelabuhan Pelaihari yang terletak di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, siap memberikan pelayanan bagi masyarakat, baik untuk penumpang maupun angkutan berbagai jenis barang.
Pelabuhan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas transportasi serta distribusi logistik di wilayah sekitar Kabupaten Tanah Laut.
Selain melayani penyeberangan penumpang, pelabuhan juga menjadi jalur penting bagi pengangkutan barang kebutuhan masyarakat dan hasil usaha daerah.
Kehadirannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperlancar mobilitas masyarakat. Pengelola pelabuhan juga memastikan pelayanan berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
Pengawas Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kintap, Karyadi, mengatakan bahwa aktivitas pelayanan telah berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa kehadiran pelabuhan ini menjadi nadi penting bagi mobilitas warga yang tinggal di wilayah kepulauan.
“Pelabuhan ini sudah beroperasi untuk melayani masyarakat. Selain penumpang, kapal perintis yang beroperasi, yakni KM Bung Tomo, juga membawa muatan logistik berupa hewan ternak seperti sapi, serta mampu mengangkut sejumlah sepeda motor dan mobil berukuran kecil,” katanya, Senin (9/3/2026).
Karyadi mengungkapkan ambisi besarnya untuk mengembangkan infrastruktur dan skala pelayanan pelabuhan tersebut di masa mendatang.
Menurutnya, pelabuhan yang kini disinggahi kapal perintis ini dapat naik kelas dan dilayari kapal-kapal besar.
“Harapan kami, ke depannya pelabuhan ini bisa semakin berkembang. Kami memimpikan pelabuhan ini nantinya bisa dilayari oleh kapal feri atau armada seperti Dharma Lautan Utama. Namun, hal ini tentu memerlukan dukungan sinergis dari berbagai pihak, tidak bisa hanya mengandalkan UPP Kintap saja,” ujarnya.
Kapal Perintis Layani Penumpang Antarpulau
Kapten KM Bung Tomo, Derbi Alista, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem tarif yang terjangkau bagi masyarakat. Harga tiket untuk penumpang ditentukan berdasarkan jarak tempuh antarpulau.
“Untuk tarif tiket penumpang, kami sesuaikan dengan jarak tujuan, mulai dari Rp20.000 hingga Rp45.000 per orang. Perlu diketahui bahwa harga tersebut merupakan tarif yang telah mendapatkan subsidi pemerintah,” jelasnya.
Ia berharap, dengan adanya layanan kapal perintis yang stabil, distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan sekitar Kabupaten Tanah Laut dapat semakin mudah, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: Rizki


