lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Selidah (AUS) Kabupaten Barito Kuala (Batola) mulai menunjukkan kebangkitan setelah sempat mengalami pasang surut usaha dan persoalan keuangan dalam beberapa tahun terakhir.
Perusda yang didirikan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala Nomor 21 Tahun 2000 itu sebelumnya menghadapi berbagai kendala usaha, mulai dari menurunnya permintaan pupuk, sepinya penyewaan alat berat, hingga ketatnya persaingan dengan pihak swasta.
Sejak 2018, PD AUS juga tidak lagi menerima penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Meski demikian, perusahaan tetap berupaya bertahan dengan menjalankan sejumlah lini usaha.
Perhatian serius terhadap pembenahan Perusda mulai dilakukan pada 2025 oleh Bupati dan Wakil Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi dan Herman Susilo, melalui langkah restrukturisasi jajaran direksi.
Melalui Keputusan Bupati Batola Nomor 100.3.3.2/154/KUM/2025 tertanggal 10 Maret 2025, Ahmad Safari Ramadani ditunjuk sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PD AUS.
Di bawah kepemimpinan Ahmad Safari Ramadani bersama Direktur Keuangan Dina Harlina dan Direktur Operasional Rahmadi, PD AUS mulai mencatat perkembangan positif.
Safari mengatakan pihaknya fokus pada tiga langkah utama, yakni menambah jenis usaha, melakukan pembenahan manajerial dan sistem keuangan, serta memperkuat kerja sama dengan SKPD dan lembaga pemerintah di Barito Kuala.
“Kami menambah bidang usaha dari dua menjadi 24 KBLI, melakukan pembenahan sistem manajemen dan keuangan, serta memperluas kemitraan dengan instansi pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut mulai membuahkan hasil. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang masih berstatus unaudited, perusahaan mencatat pendapatan usaha mencapai puluhan miliar rupiah dalam satu tahun.
Pendapatan tersebut digunakan untuk mendukung operasional perusahaan, pembayaran gaji karyawan, dan biaya lainnya tanpa tambahan modal dari pemerintah daerah.
Bupati Barito Kuala, H Bahrul Ilmi, mengapresiasi capaian PD AUS yang dinilai berhasil bangkit di tengah keterbatasan modal.
“Saya salut dengan kinerja bisnis Perusda pada 2025 meskipun tanpa penyertaan modal dari pemerintah daerah. Ini membuktikan Perusda bisa bangkit apabila didukung dan dikelola direksi yang bertanggung jawab,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berkomitmen meningkatkan status Perusda menjadi Perseroda serta membuka peluang penyertaan modal dengan persetujuan DPRD apabila kondisi keuangan perusahaan terus menunjukkan tren positif.
Sementara itu, Ahmad Safari mengenang kondisi perusahaan saat awal dirinya dipercaya memimpin PD AUS pada 2025. Saat itu, perusahaan mengalami keterlambatan pembayaran gaji, BPJS Ketenagakerjaan, listrik, hingga tunjangan hari raya (THR).
“Kami berkomitmen bekerja keras, merangkul semua pihak, dan berorientasi pada hasil positif,” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi


