• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Teguh Santosa Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Teguh Santosa Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS
Nasional

Teguh Santosa Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS

lenterakalimantan.com
lenterakalimantan.com
Share
5 Min Read
Teguh Santosa
Tangkapan layar aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto: CCTV
SHARE

lenterakalimantan.com, JAKARTA – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar kekerasan biasa, tetapi ancaman serius terhadap demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

Menurut Teguh, para aktivis HAM bekerja untuk kepentingan publik dan negara. Karena itu, teror terhadap mereka sama saja dengan menyerang prinsip demokrasi yang dijamin oleh konstitusi.

“Tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS merupakan serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara, karena penegakan HAM dan demokrasi adalah amanat konstitusi,” kata Teguh dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Kekerasan Tak Dapat Dibenarkan

Teguh menegaskan, dalam sistem demokrasi setiap perbedaan pandangan harus disikapi dengan sikap saling menghormati. Karena itu, kekerasan terhadap aktivis demokrasi dan HAM tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Menyerang aktivis demokrasi dan HAM, meskipun berbeda pendapat dengan mereka, tetap tidak dapat dibenarkan. Dalam demokrasi setiap orang harus menjunjung tinggi penghormatan terhadap perbedaan dan keragaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, demokrasi hanya dapat berjalan sehat apabila kebebasan sipil, termasuk kebebasan menyampaikan kritik, dilindungi oleh negara.

Desak Polisi Ungkap Dalang

Teguh juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengusut tuntas kasus tersebut hingga mengungkap pelaku, motif, serta pihak yang diduga berada di balik penyerangan.

“Saya meminta aparat penegak hukum memastikan pengusutan tuntas hingga ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku di lapangan,” tegasnya.

Ia menilai pola penyerangan yang terjadi mengindikasikan adanya perencanaan yang terorganisasi sehingga pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku langsung.

“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisasi, sehingga pengungkapan kasus ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Teguh.

Kronologi Penyerangan

Berdasarkan keterangan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, beberapa hari sebelum kejadian Andrie Yunus sempat menerima sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal pada 9-12 Maret 2026.

Pada hari kejadian, Andrie beraktivitas seperti biasa. Sekitar pukul 15.30 WIB, ia berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk menghadiri pertemuan.

Usai agenda tersebut, sekitar pukul 19.45 WIB, ia menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin. Diskusi tersebut membahas tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

Perekaman selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum pulang menggunakan sepeda motor.

Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, korban melihat sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah. Saat berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan. Korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motornya.

Para pelaku kemudian melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya.

Korban Dirawat Intensif

Setelah kejadian, Andrie dibawa oleh rekannya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen. Saat ini ia ditangani oleh sejumlah dokter spesialis, termasuk spesialis mata, THT, saraf, tulang, thoraks, penyakit dalam, dan kulit.

Korban juga dijadwalkan menjalani operasi mata berupa transplantasi membran amnion guna memperbaiki jaringan mata yang rusak.

Perwakilan KontraS, Dimas, memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut. Karena itu, pihaknya mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif penyerangan.

“Serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius terhadap keselamatan para pembela hak asasi manusia di Indonesia,” ujarnya.

Editor: Tim Redaksi

Terpopuler

Efisiensi
[OPINI] Efisiensi Skala Prioritas APBD Kota Banjar Patroman dan Kolaborasi Diaspora sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan
Opini
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Gubernur Kalsel Muhidin Hadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 Bersama Presiden Prabowo

Hasil Laga Pembuka Piala AFF 2024, Timnas Indoinesia Tumbangkan Myanmar 0-1

Peresmian 166 Sekolah Rakyat se- Indonesia, Gubernur H. Muhidin Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kalsel

Kepala BNN Berikan Materi Bahaya Narkoba kepada Ratusan Mahasiswa di ULM Banjarmasin

Menaker: Itjen Harus Cegah Masalah, Bukan Sekadar Cari Temuan

Hasil Argentina Vs Kroasia 3-0, Albiceleste Melaju ke Final

Rayakan Hari Ulang Tahun Ke-34, MNCTV Siap Memberikan Pertunjukan Spektakuler di Kilau Raya MNCTV

Wamen Ossy Sampaikan Peran Tata Ruang Berbasis Disaster Risk Reduction untuk Hadapi Potensi dan Kerugian Akibat Bencana Alam

Mulai 28 Maret 2026, Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial

Kuliah Malam Jum’at: Kisah Pengemis Buta yang Menghina Nabi Muhammad

TAGGED:JAKARTATeguh SantosaTeguh Santosa Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Advokat di Tanjung Berbagi Berkah Ramadan, Puluhan Anak Yatim dan Anak Down Syndrome Terima Santunan
Next Article Diskusi Santai dan Buka Puasa Bersama Media, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Bahas Remisi Lebaran

Latest News

GEMA DARLING
Maknai Semangat Kartini, Pemkab Tala Luncurkan GEMA DARLING Ajak Remaja Peduli Lingkungan
KALIMANTAN SELATAN April 20, 2026
Pemprov Kalteng–DPRD Kebut Raperda Sengketa Pertanahan, Target Rampung Agustus 2026
Berita April 20, 2026
Korve dari CBS hingga Pasar Batuah, Menteri LH Dorong Pembenahan Pengelolaan Sampah
Berita April 20, 2026
Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Gubernur Kalteng Perkuat Pengendalian Harga dan Distribusi
Berita April 20, 2026
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?