lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menangani isu kesehatan masyarakat dan penguatan kualitas sumber daya manusia hingga ke tingkat akar rumput.
Pasca pelaksanaan kegiatan bertema “Gelar Aksi Remaja Keluarga Berkualitas”, jajaran terkait melakukan tinjauan langsung ke permukiman warga di area Pasar Angsau pada Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut, Dian Rahmat Trianto, menekankan bahwa kunci utama penanganan stunting bukan sekadar pemberian bantuan fisik, melainkan perubahan pola pikir melalui edukasi yang terarah.
”Kalau bantuan itu sifatnya sementara, sedangkan edukasi lebih penting karena jangka panjang. Mereka akan tahu bagaimana cara hidup di luar stunting,” ujar Dian di sela-sela tinjauannya.
Ia menambahkan bahwa pemberian bantuan berkala terus dilakukan sebagai langkah pendamping, namun edukasi menjadi kunci kemandirian yang lebih utama.
Intervensi Menyasar berbagai Kelompok Usia
Selaras dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalsel, Maria Ulfah, menjelaskan bahwa intervensi kali ini menyasar berbagai kelompok usia.
”Jadi kami di sini melaksanakan dengan target sasarannya adalah remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu yang memiliki balita, dan juga lansia,” jelas Maria Ulfah.
Selain aspek kesehatan, kolaborasi ini juga menyentuh aspek literasi anak-anak di kawasan pasar melalui kehadiran mobil Perpustakaan Keliling (Pusling) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel.
“Jadi di sana juga diberikan edukasi bagi anak-anak kita yang ada di sini, untuk mereka lebih gemar membaca,” tambahnya.
Tak hanya asupan ilmu, anak-anak di lokasi tersebut juga menerima paket tambahan gizi yang isinya adalah makanan tambahan bagi anak-anak.
Editor: Rizki


