lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, mendorong komunitas seni agar tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Yamin saat membuka Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke-6 yang digelar di Banjarmasin Culture Hub pada Jumat (13/3/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri para seniman, komunitas budaya, serta Dewan Kesenian Kota Banjarmasin. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama.
Dalam sambutannya, Yamin menilai karya seni memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif daerah.
“Kita berharap desainer lokal dan pelaku seni dipromosikan melalui media digital dan platform online agar karya mereka dikenal lebih luas. Seni bukan hanya ekspresi, tetapi juga peluang usaha bagi masyarakat, mulai dari kerajinan, hiburan hingga produk budaya,” ujarnya.
Menurutnya, Kota Banjarmasin memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Ia menilai keberadaan komunitas seni yang aktif berperan penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kreatif.
Selain itu, Yamin juga mendorong penguatan literasi budaya sejak usia dini dengan memperbanyak buku-buku tentang kebudayaan daerah.
“Anak-anak kita sejak sekolah dasar harus mengenal budaya Banjar melalui buku dan karya seni. Dari situ mereka belajar mencintai dan melestarikan kebudayaan yang kita miliki,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin juga mengaitkan gerakan seni dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah.
Menurutnya, komunitas seni dapat berperan sebagai motor perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Kita harus mulai memilah sampah dari rumah. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk atau maggot, sementara sampah plastik harus dikurangi sejak dari sumbernya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin juga tengah menyiapkan gagasan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi melalui konsep Waste-to-Energy.
Menurutnya, jika konsep tersebut dapat diterapkan secara optimal, persoalan sampah tidak hanya dapat dikurangi, tetapi juga memberikan manfaat baru bagi masyarakat.
Kegiatan Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi ke-6 diisi dengan berbagai penampilan seni, mulai dari pembacaan puisi, musik, hingga diskusi kebudayaan.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran seni dalam menjaga warisan budaya Banjar sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap ekonomi kreatif, pendidikan budaya, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Editor: Tim Redaksi


