lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dan Barito Kuala (Batola) memperkuat sinergi dalam pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Hal ini ditandai dengan pertemuan tiga kepala daerah di ruang rapat Wali Kota Banjarmasin, Kamis (2/4/2026) sore.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Menteri Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu. Dalam forum itu, kawasan Banjarmasin Raya yang meliputi Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project nasional pengolahan sampah menjadi energi.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, mengatakan kerja sama lintas daerah ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah regional yang terintegrasi.
“Melalui sinergi ini, kita ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan sumber energi dan peluang ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya percepatan PSEL menjadi penting mengingat volume sampah di ketiga daerah mencapai sekitar 678 ton per hari, seiring meningkatnya jumlah penduduk.
Sementara itu, pemerintah daerah telah mengusulkan empat alternatif lokasi pembangunan fasilitas PSEL kepada Kementerian Lingkungan Hidup, yakni TPA Tabing Rimbah, TPA Basirih, kawasan sekitar Terminal Gambut Barakat, dan area belakang RSJ Sambang Lihum.
Lokasi terpilih nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil kajian teknis bersama kementerian terkait.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat segera direalisasikan dengan dukungan kesiapan teknis dan anggaran, sesuai arahan pemerintah pusat.
Editor: Tim Redaksi


