lenterakalimantan.com, AMUNTAI – Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melampaui target pada 2025. Pemerintah daerah mencatat realisasi luas tanam mencapai 17.512 hektare, melebihi target awal sebesar 13.400 hektare.
Dari capaian tersebut, produksi gabah kering giling (GKG) tercatat sebesar 89.341 ton. Data ini disampaikan Bupati HSU, H Sahrujani, dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-74 Kabupaten HSU di DPRD HSU, Kamis (30/4/2026).
“Target awal 13.400 hektare, namun realisasi mencapai 17.512 hektare. Ini hasil kerja bersama,” ujar Sahrujani.
Ia menegaskan, peningkatan kinerja sektor pertanian tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, serta dukungan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan.
Sejumlah program dijalankan untuk mendukung capaian tersebut, di antaranya penyaluran benih padi unggul serta pengembangan inovasi padi apung. Program ini memanfaatkan sekitar 250 unit styrofoam untuk mengoptimalkan lahan rawa yang menjadi karakteristik wilayah HSU.
Menurut Sahrujani, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan daerah. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong inovasi guna meningkatkan produktivitas petani.
Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan, sektor pertanian juga menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi HSU tercatat sebesar 5,02 persen.
Sementara itu, Ketua DPRD HSU, Fadillah menilai capaian tersebut perlu dijaga melalui penguatan sinergi antara eksekutif dan legislatif.
“Kolaborasi semua pihak penting agar pembangunan, khususnya sektor pertanian, terus meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Capaian ini memperkuat peran Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Kalsel. ADV
Editor: Tim Redaksi


