lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho meresmikan operasional Safety Driving Center (SDC) Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel di RTMC Ditlantas Polda Kalsel, Jalan Ahmad Yani Km 21, Banjarbaru, Rabu (8/4/2026).
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Muhidin dan Kakorlantas Polri, disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.
Gubernur Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian fasilitas tersebut. Menurut dia, keberadaan SDC diharapkan dapat memperkuat upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kalsel.
“Launching hari ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Harapannya, angka kecelakaan, terutama yang berdampak fatal, terus menurun,” ujarnya.
Muhidin mengatakan tren kecelakaan di Kalsel dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perbaikan. Menurut dia, capaian itu tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak melalui penguatan lima pilar keselamatan jalan, operasi kepolisian, serta program edukasi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Korlantas Polri terhadap Kalsel, termasuk penambahan bantuan sarana operasional.
“Dukungan ini sangat berarti untuk menunjang pelayanan keselamatan lalu lintas di daerah,” katanya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perubahan wajah polisi lalu lintas agar lebih humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan polisi lalu lintas tidak hanya diukur dari penegakan aturan, tetapi juga dari kedekatan dengan masyarakat dan para mitra di lapangan.
“Polantas tidak boleh lagi dianggap menakutkan. Kami ingin hadir sebagai pelayan masyarakat yang memberi rasa aman,” ujarnya.
Agus menilai upaya penanganan lalu lintas di Kalimantan Selatan menunjukkan hasil positif, termasuk berkurangnya aksi balap liar di sejumlah titik rawan seperti kawasan Kayu Tangi dan Lingkar Selatan.
Ia berharap kehadiran SDC dapat memperkuat edukasi keselamatan berkendara sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan yang masih menjadi perhatian.
Berdasarkan data Operasi Ketupat, Kalsel mencatat 68 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Secara nasional, angka fatalitas turun 31 persen, sedangkan jumlah kecelakaan menurun hampir 6 persen.
“Ke depan, kehadiran kami di lapangan bukan sekadar mengatur arus lalu lintas, tetapi memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman,” tegasnya.


