Adapun, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya sepanjang 2025 mengalami penurunan signifikan.
Berdasarkan data Polda Kalsel, jumlah kecelakaan pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 turun dari 947 kasus menjadi 872 kasus atau berkurang 75 kasus. Sementara jumlah korban meninggal dunia menurun dari 389 jiwa menjadi 273 jiwa.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, mulai dari Ditlantas, Kasat Lantas, hingga Kapolres di daerah,” ujarnya.
Rosyanto menyebut tantangan keselamatan lalu lintas masih cukup besar, terutama karena faktor kesalahan pengemudi yang masih mendominasi penyebab kecelakaan.
“Penegakan hukum saja tidak cukup. Perlu pendekatan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Polda Kalsel membangun Safety Driving Center sebagai pusat pembelajaran, pelatihan, dan pembinaan budaya tertib lalu lintas.
Pembangunan SDC dimulai sejak 2023 di kawasan Kilometer 21 Liang Anggang. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pembangunan gedung utama, asrama, fasilitas pendukung, sirkuit roda dua dan roda empat, menara pantau, garasi, hingga area parkir.
Kapolda berharap fasilitas tersebut dapat menjadi pusat unggulan dalam mencetak pengemudi yang kompeten, disiplin, dan berbudaya tertib berlalu lintas.
“Harapan kami, SDC ini mampu melahirkan pengemudi yang lebih sadar keselamatan, sehingga angka kecelakaan dapat terus ditekan,” ujarnya.
Editor: Tim Redaksi


