• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: ‎Lestarikan Tradisi, Tiga Peneliti Kembangkan Game Tari Koncong Dayak secara Mendalam
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home ‎Lestarikan Tradisi, Tiga Peneliti Kembangkan Game Tari Koncong Dayak secara Mendalam
KALIMANTAN BARAT

‎Lestarikan Tradisi, Tiga Peneliti Kembangkan Game Tari Koncong Dayak secara Mendalam

lenterakalimantan.com
lenterakalimantan.com
Share
5 Min Read
Tari Koncong Dayak
‎Lestarikan Tradisi, Tiga Peneliti Kembangkan Game Tari Koncong Dayak secara Mendalam
SHARE
lenterakalimantan.com, ‎SINGKAWANG – Di tengah gempuran teknologi digital, pelestarian budaya lokal kini menemukan jalan baru melalui media interaktif di sekolah. Merespon hal itu, tiga peneliti yaitu Dr. Herwulan Irine Purnama, M.Pd (Kepala SDN 35 Pontianak Selatan), Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd (Rektor Inisnu Temanggung), Dr. Rois Saifuddin Zuhri, M.Pd (guru SD Muhammadiyah Condongcatur, Yogyakarta) mengembangkan sebuah game bernama Game Edukatif Tari Bermuatan Seni Koncong Dayak (GARISKOYAK).
‎Pengembangan game itu mendapat bantuan dari Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui penciptaan karya kreatif inovatif bertajuk “Gariskoyak: Inovasi Game Edukatif Tari Bermuatan Seni Koncong Dayak sebagai Media Pelestarian Budaya Lokal.”
‎
Selaku Ketua Tim Peneliti, Dr. Herwulan secara resmi memperkenalkan pengembangan edugame bernama “Gariskoyak”. Permainan edukasi ini dirancang khusus untuk mengangkat dan melestarikan seni Tari Koncong Dayak Salako agar tetap relevan di mata generasi muda.
‎
Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemetaan Kebutuhan Budaya, Analisis Masalah, dan Content Mapping untuk Pengembangan Edugame Gariskoyak” pada Sabtu (4/5/2026) di Singkawang.
Dalam sambutannya, Dr. Herwulan menekankan bahwa proyek yang didanai oleh hibah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2026 ini bukan sekadar memindahkan tarian ke dalam layar, melainkan sebuah upaya penggalian nilai-nilai filosofis yang mendalam.
“Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata,” kata Dr. Herwulan, mengawali sambutannya dengan semboyan khas Dayak yang menekankan keadilan, cerminan surga, dan nafas kehidupan dari Tuhan.
‎
“Tujuan kami adalah menggali nilai-nilai filosofis, historis, serta elemen penting dalam Tari Koncong Dayak Salako yang harus dipertahankan dalam proses digitalisasi ke dalam game edukasi,” ujar Dr. Herwulan dalam pembukaan FGD tersebut.
‎
Ia menegaskan pentingnya menentukan “batasan budaya”, hal-hal yang tidak boleh disederhanakan dalam game agar keaslian dan nilai kearifan lokal Dayak Salako tetap terjaga meskipun berada dalam format teknologi modern.
‎
Pengembangan edugame Gariskoyak dilakukan secara sistematis melalui tujuh langkah strategis, yang dimulai dari identifikasi tantangan di sekolah dasar hingga pemetaan konten (content mapping).
‎
Tim peneliti memfokuskan pengembangan pada empat aspek utama dalam game. Pertama, gameplay, yaitu mekanisme permainan yang menarik bagi anak-anak. Kedua, narasi, yaitu Cerita yang memuat nilai-nilai luhur Dayak Salako. Ketiga, karakter, yaitu representasi identitas budaya yang akurat. Keempat, misi, yaitu tugas-tugas dalam game yang berbasis pada kearifan lokal.
‎
Proyek ini tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan laboratorium. Dr. Herwulan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menentukan dua sekolah sasaran sebagai lokasi uji coba penggunaan edugame Gariskoyak. Hal ini bertujuan untuk melihat efektivitas game tersebut sebagai media pembelajaran di lingkungan sekolah dasar secara nyata.
‎
Melalui kolaborasi antara seniman seperti Bapak Ketua Sanggar Mancar, tokoh adat Bapak Kepalo Binuo Garantunk Sakawokng, dan para pakar pendidikan, diharapkan Gariskoyak menjadi prototipe media pelestarian budaya yang kontekstual dan edukatif.
‎
Sementara itu, Hamidulloh Ibda menjelaskan alur pengembangan merujuk metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE melalui lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation
‎
“Metode yang digunakan adalah model ADDIE atau Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation yang memungkinkan proses sistematis, kolaboratif, dan terukur, melibatkan akademisi, guru, praktisi budaya, dan komunitas lokal,” kata Ibda.
“Sebenarnya, game ini selain untuk SD kelas tinggi (4, 5, 6) bisa dipakai juga untuk jenjang SMP kelas 1 atau 7, ” kata Ibda.
‎
Keluaran yang ditargetkan meliputi prototipe edugame, panduan penggunaan, laporan evaluasi, sertifikat hak cipta, publikasi ilmiah internasional, buku edukasi berbasis budaya lokal, dokumentasi digital, dan policy brief.
‎
Secara rinci, Rois Saifuddin Zuhri menjelaskan alur teknis Gariskoyak yang bisa dimainkan oleh anak-anak SD kelas tinggi. Merespon masukan, Rois memastikan bahwa animasi perlu ditambahkan seolah membacakan teks, dan materi yang disajikan akan disesuaikan dengan materi Kak Indung.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Ibu F. Felicity Yossy Kartini, S.S., M.A.P., Kapalo Binuo Garantukng Sakawokng / Kepala Suku Dayak Singkawang Marsianus Kodim, S.H., dan maestro Tari Koncong Dayak Bapak Indung, dan puluhan peserta dari pemangku kepentingan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, tokoh adat Dayak Salako, akademisi, guru seni dan seniman tari.

Terpopuler

Ponpes At-Taqwa Kotabaru
Ponpes At-Taqwa Kotabaru Serahkan LPJ Triwulan I ke Kemenag, Wujudkan Transparansi Pengelolaan
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Komunitas Borneo Mengabdi Lakukan Baksos Tingkat Nasional

Target Program Prioritas di 2024 Hampir Tuntas, Wamen ATR/Waka BPN Apresiasi Capaian Kinerja Kanwil BPN Provinsi Kalbar

Polres Balangan Gelar Bakti Religi di HUT Ke-69 Lalu Lintas Bhayangkara

Persetala Juara Liga 3 Asprov Kalsel Usai Taklukan Kotabaru FC 2-0

Desa Lalap Persiapkan Diri Menggelar Festival Nikep

SDN 4 Kampung Baru Tingkatkan Mutu Belajar dengan Papan Tulis Interaktif Bantuan Pemerintah

Gowes for Integrity di Balangan, Bupati Abdul Hadi Apresiasi Layanan Hukum Gratis ‘Pian Undas’

Sekjen Kementerian ATR/BPN Resmikan Implementasi Layanan Sertipikat Elektronik di 12 Kantor Pertanahan se-Kalimantan Barat

Peringati HBA ke 63 Kejari Tala Rilis Pencapaian Kinerja

Pemkab-Perusahaan Tambang Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi Warga Balangan

TAGGED:SingkawangTari Koncong Dayak
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Saut Nathan Samosir Dari BPJS hingga Banjir, Saut Nathan Samosir Serap Aspirasi Warga
Next Article Kemnaker Siap-siap! Kemnaker Buka Lagi Pembinaan K3 Gratis untuk 2.100 Peserta

Latest News

MTQ
Pulau Laut Utara Juara Umum MTQ ke-56 Kotabaru
KALIMANTAN SELATAN April 6, 2026
DPRD
DPRD Kotabaru Bahas Tiga Raperda Inisiatif, Soroti Bencana, Ketenagakerjaan, dan Sampah
KALIMANTAN SELATAN April 6, 2026
CPNS
Bupati Tanah Laut Resmi Lantik Pejabat Baru dan CPNS Formasi 2024
KALIMANTAN SELATAN April 6, 2026
SIAP MELAUT
Inovasi “SIAP MELAUT” Jadi Sorotan Apel Gabungan Pemkab Tanah Laut
KALIMANTAN SELATAN April 6, 2026
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?