lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Drs Saut Nathan Samosir menuntaskan kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 di daerah pemilihannya yang meliputi Kelurahan Pelabuhan dan Telawang. Pada hari terakhir reses tersebut, ratusan warga hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi.
Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah persoalan mencuat, didominasi isu infrastruktur serta pelayanan publik. Warga menyoroti kondisi jembatan di kawasan Basirih yang dinilai perlu segera diperbaiki, serta masalah gorong-gorong yang hingga kini belum tertangani optimal.
Saut Nathan Samosir menjelaskan, salah satu kendala dalam penanganan gorong-gorong tersebut berkaitan dengan status kepemilikan lahan.
“Permasalahan gorong-gorong ini cukup kompleks karena berada di bawah kewenangan yayasan, sehingga pemerintah mengalami keterbatasan dalam melakukan penanganan,” ujarnya.
Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan terkait layanan BPJS Kesehatan dan kualitas pelayanan di salah satu rumah sakit di Banjarmasin. Beberapa di antaranya menyangkut keterbatasan ruang perawatan hingga pasien yang dipulangkan lebih awal.
Menanggapi hal itu, Samosir memastikan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti dan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
“Aspirasi ini akan kami bawa dalam pembahasan LKPJ dan kami koordinasikan dengan dinas terkait maupun pihak rumah sakit agar ada perbaikan layanan ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, selama empat hari pelaksanaan reses, sejumlah isu utama yang dihimpun meliputi perbaikan infrastruktur, layanan kesehatan dan BPJS, hingga persoalan pengelolaan sampah.
Sementara itu, Ketua RT 18 RW 02 Kelurahan Basirih, Suwardi, mengungkapkan kebutuhan mendesak terkait pelebaran Jalan Intan Sari sepanjang 73 meter yang saat ini hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga, termasuk untuk menunjang aktivitas tiga fasilitas pendidikan, yakni taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.
“Kami juga mengusulkan pembangunan gorong-gorong sepanjang 12 meter serta pengerukan sungai karena alirannya kurang lancar akibat sedimentasi,” jelasnya.
Suwardi menambahkan, masyarakat merasa terbantu dengan adanya kegiatan reses karena dapat menyampaikan langsung keluhan kepada wakil rakyat.
“Kami mengapresiasi respons cepat yang diberikan, sehingga harapan warga bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi


