lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Koordinator Unit Layanan Wilayah Kecamatan (ULWK) Simpang Empat Bidang Pendidikan, Lamsi, secara resmi menutup rangkaian Lomba O2SN, FLS3N, FTBI, dan TAZKIA tingkat Kecamatan Simpang Empat Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di halaman Pesantren MI Nurul Hidayah, Rabu (15/4/2026).
Sebanyak 710 peserta dari 31 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) di wilayah Simpang Empat ambil bagian dalam ajang ini. Mereka berkompetisi dalam 23 cabang lomba yang berlangsung selama dua hari, sejak 14 hingga 15 April 2026.
Dalam sambutannya, Lamsi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter bagi para siswa.
“Selama dua hari ini kita telah menyaksikan semangat, bakat, kreativitas, sportivitas, serta kerja keras anak-anak. Mereka tampil bukan hanya untuk menjadi juara, tetapi juga belajar percaya diri, menghargai proses, menjunjung kejujuran, dan mempererat persaudaraan antarsekolah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap kegiatan memiliki peran penting dalam pengembangan siswa. FLS3N menjadi wadah pengembangan seni dan kreativitas, O2SN menanamkan jiwa sehat dan sportif, TAZKIA membentuk karakter religius, sedangkan FTBI menjadi upaya pelestarian bahasa daerah sebagai warisan budaya.
Lamsi turut menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang serta memberikan motivasi kepada peserta lainnya agar terus mengembangkan potensi diri. Ia berharap melalui kegiatan ini lahir generasi Simpang Empat yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berprestasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, H. Kamaruddin, melaporkan bahwa berbagai cabang lomba yang dipertandingkan meliputi bidang olahraga, seni, bahasa, dan keagamaan.
Pada O2SN, cabang yang dilombakan antara lain silat, karate, senam, atletik, renang, bulu tangkis, voli, dan sepak bola mini. FLS3N meliputi gambar ekspresi, menyanyi solo, kriya, mendongeng, menulis cerita, pantomim, dan tari.
Kemudian pada FTBI, lomba terdiri dari bakisah Bahasa Banjar, kisah pendek (kisdap), dan pidato. Adapun pada TAZKIA meliputi tartil, tahfidz, azan, dan kaligrafi.
H. Kamaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah dan madrasah yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Ia berharap ajang ini dapat menjadi sarana melahirkan siswa berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
Adapun hasil akhir lomba menetapkan SDN 8 Kampung Baru sebagai Juara Umum I dengan raihan 8 medali emas, 7 perak, dan 1 perunggu.
Juara Umum II diraih SDN 2 Kampung Baru dengan perolehan 3 emas, 5 perak, dan 4 perunggu, sementara Juara Umum III diraih SDN 2 Sarigadung dengan 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Dengan hasil tersebut, SDN 8 Kampung Baru resmi menjadi Juara Umum I pada Lomba O2SN, FLS3N, FTBI, dan TAZKIA tingkat Kecamatan Simpang Empat Tahun 2026.
Editor: Muhammad Tamyiz


