lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kecamatan Simpang Empat kembali digelar secara khidmat. Namun di balik seremoni tersebut, muncul penegasan bahwa peringatan ini tidak boleh berhenti pada rutinitas tahunan semata.
Ratusan guru dari 31 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) mengikuti upacara di halaman SDN 4 Tungkaran Pangeran, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Cendekia ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya peningkatan kualitas pendidikan secara nyata.
Hardiknas yang diperingati setiap 2 Mei merupakan bentuk penghormatan terhadap Ki Hadjar Dewantara. Namun, nilai-nilai yang diwariskan tokoh pendidikan nasional tersebut dinilai harus terus dihidupkan dalam praktik pendidikan, bukan sekadar dikenang melalui upacara.
Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang dibacakan Koordinator Unit Layanan Wilayah Kecamatan Simpang Empat Bidang Pendidikan, Lamsi, ditegaskan bahwa Hardiknas harus dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus evaluasi.
“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Lamsi.
Ia menekankan, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengembangkan potensi manusia secara utuh. Prinsip tersebut sejalan dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara melalui konsep among, yakni asah, asih, dan asuh.
Lebih lanjut, tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab.
Meski berbagai kebijakan telah digulirkan, tantangan di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari pemerataan akses hingga peningkatan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Pemerintah melalui visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia unggul. Implementasinya antara lain melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) dan lima kebijakan strategis, seperti peningkatan infrastruktur, kualitas guru, penguatan karakter, mutu pembelajaran, serta akses pendidikan inklusif.
Selain itu, penguatan sinergi empat pusat pendidikan—sekolah, keluarga, masyarakat, dan media—juga terus didorong dalam 18 bulan terakhir guna menghadirkan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Pada pelaksanaan upacara, Parman dari SDN 2 Tungkaran Pangeran bertindak sebagai pemimpin upacara. Petugas pengibar bendera berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya Norhadi Ismawan (SDN 4 Kampung Baru), Ade Salasiah, Damayanti, Eva Nisa, Anis Raya Prasiska, dan Endang Maida Wati (SDN 4 Tungkaran Pangeran), Ika Wahyuliningsih (SD Muhammadiyah), Dewi Ratna Wati (SDN 1 Kampung Baru), serta Dyah (SDN 2 Kampung Baru).
Sementara itu, Asfiqoh Agni Bilqisti (SD Tri Sukses) bertugas sebagai pembawa acara, Ahmad Habibi (SDN 1 Sarigadung) sebagai pembaca doa, dan Krispinus Ghino (SD Katolik St. Vincent) sebagai ajudan upacara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas TK/SD Kabupaten Tanah Bumbu serta para kepala sekolah se-Kecamatan Simpang Empat.
Editor: Muhammad Tamyiz


