lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Jekan Raya Palangka 2 atau SPPG Garuda, terbukti mendorong lonjakan kunjungan masyarakat ke Posyandu Sakan Sehat sekaligus memperbaiki status gizi balita.
Kehadiran program ini tidak hanya meningkatkan minat warga, tetapi juga memperkuat pemantauan kesehatan melalui pengukuran gizi yang lebih ketat, termasuk Lingkar Lengan Atas (LILA).
Sekretaris Posyandu Sakan Sehat, Rini Irawati, menyebut jumlah balita yang datang ke posyandu mengalami peningkatan signifikan sejak program MBG berjalan.
“Dulu yang hadir sekitar 20 balita, sekarang bisa lebih dari 30 setiap kegiatan. Ini menunjukkan program MBG sangat membantu dan menarik minat masyarakat,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan posyandu kini tidak hanya sebatas penimbangan rutin, tetapi juga dilengkapi pemantauan komprehensif, meliputi berat badan, tinggi badan, hingga pengukuran LILA untuk mendeteksi status gizi secara lebih akurat.
Perubahan tersebut mulai berdampak nyata. Sejumlah balita yang sebelumnya mengalami kekurangan berat badan kini menunjukkan peningkatan yang konsisten.
“Alhamdulillah, berat badan anak-anak mulai naik. Bahkan mereka juga mulai terbiasa sarapan pagi sejak ada program ini,” tambahnya.
Meski demikian, pihak posyandu mendorong adanya inovasi pada menu makanan yang disajikan. Variasi dinilai penting agar anak-anak tidak cepat bosan, termasuk dengan menambahkan pilihan makanan kering.
“Menu sudah bagus dan bergizi, tapi ke depan diharapkan ada lebih banyak variasi, termasuk makanan kering,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Jekan Raya Palangka 2, David Marpaung, menegaskan bahwa penguatan pengukuran LILA merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinstruksikan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pengukuran ini penting untuk memastikan kondisi gizi ibu hamil dan balita dapat dipantau secara tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Editor: Muhammad Tamyiz


