lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah SPBU di Kota Banjarmasin mulai berdampak pada aktivitas distribusi bahan kebutuhan pokok. Kondisi tersebut dikeluhkan pelaku usaha jasa boga dan distribusi yang mengandalkan armada berbahan bakar solar untuk operasional harian.
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kalimantan Selatan, H. Aftahuddin, mengatakan kelangkaan solar diperparah dengan maraknya praktik pelangsiran di sejumlah SPBU. Akibatnya, para pengusaha terpaksa membeli solar dengan harga jauh di atas harga subsidi pemerintah.
“Untuk kebutuhan distribusi bahan pokok kami sangat bergantung pada solar. Tapi sekarang mendapatkannya susah. Kalau pun ada, harganya bisa mencapai Rp15 ribu per liter, padahal harga resminya Rp6.500,” ujarnya, Jumat (9/5/2026).
Pria yang akrab disapa Haji Aftah itu mengaku sempat mendatangi salah satu SPBU di Banjarmasin untuk membeli solar. Namun, di lokasi tersebut ia mendapati pihak tertentu yang menawarkan solar kepada pengantre dengan harga tinggi.
“Kalau ingin cepat mendapatkan solar, harus membeli dengan harga Rp15 ribu per liter. Kalau tidak mau, ya sulit untuk mengisi,” katanya lagi.
Solar Sulit, Pelaku Usaha Menjerit
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan pelaku usaha distribusi, terutama yang memiliki armada angkutan dalam jumlah besar. Ia khawatir keterbatasan pasokan solar akan menghambat distribusi bahan pokok ke pasar dan berdampak pada kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat.
“Kenaikannya sudah lebih dari 100 persen. Kalau distribusi terganggu, tentu pasokan barang juga akan terhambat,” ucapnya.
Haji Aftah menyebut usaha yang dijalankannya memiliki sekitar 40 unit truk operasional yang setiap hari membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar. Karena itu, ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk menertibkan praktik pelangsiran di SPBU.
“Kami berharap ada penanganan serius agar pelaku usaha bisa mendapatkan solar dengan harga wajar dan distribusi tetap berjalan lancar,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan kelangkaan solar berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Menurutnya, sejumlah komoditas seperti gula dan minyak goreng saat ini sudah mengalami kenaikan harga.
“Kalau kondisi ini terus terjadi, dikhawatirkan akan berdampak pada inflasi dan kenaikan harga kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Rizki


