lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Balangan Saribuddin menegaskan, bagi penyuluh agama agar piawai dalam mendeteksi isu konflik sosial yang dibalut agama.
Menurutnya, pentingnya penyuluh agama memiliki kemampuan serta keahlian guna mendeteksi secara dini potensi-potensi konflik sosial yang berkaitan dengan isu keagamaan.
“Para penyuluh, penghulu, pegawau KUA, dan pegawai Bimbingan Masyarakat, dari semua agama harus mempunyai kemampuan serta keahlian dalam melakukan pendeteksian dini adanya isu atau potensi yang menciptakan konflik sosial bernuansa agama,” ucapnya, Selasa (23/4/2024) saat dikonfirmasi lenterakalimantan.com diruang kerjanya.
Untuk menindak lanjuti hat tersebut, Pusat Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag Balangan mengadakan pelatihan deteksi dini konflik sosial keagamaan dengan membuka pendaftaran secara daring sejak tanggal 17-21 April 2024.
“Kepesertaan yang mengikuti pelatihan ini, akan dibekali kemampuan dan keahlian untuk memitigasi potensi konflik, menganalisis akar penyebab konflik, mengidentifikasi aktor yang terlibat, dan menemukan pihak-pihak yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik tersebut ” jelas Saribuddin.
Saribuddin menekankan bahwa, para peserta yang mengikuti pelatihan akan berperan aktif dalam memitigasi potensi konflik dilingkungan masyarakat, dengan demikian kehidupan bermasyarakat dan bernegara akan tetap berjalan damai.
“Saya mendorong penuh para penghulu, penyuluh agama, serta pegawai KUA, Bimas dilingkungan Kemenag Balangan untuk bisa mengikuti dan memanfaatkan kegiatan ini, sebagai langkah dan upaya dalam mencegah isu-isu yang bersifat memecah belah atas nama agama,” pungkasnya.
Ia menambahkan, dari kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, diharapkann dapat memberi bekal bagi para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi situsi yang berpotensi menciptakan konflik dimasyarakat.
“Mereka dapat menjadi agen peredam perdamaian dan rekonsiliasi yang efektif dalam menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia, salah satunya yakni di Kabupaten Balangan,” imbuhnya.


