lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Lautan cahaya obor membelah malam di Bumi Tuntung Pandang. Ribuan masyarakat Kabupaten Tanah Laut memadati jalanan dalam pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026) malam.
Pawai obor menjadi pembuka rangkaian Islamic Expo Tanah Laut 2026 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, di Lapangan Pertasi Kencana, Jalan A. Syairani, Pelaihari.
Dengan penuh semangat, masyarakat berjalan membawa obor sembari melantunkan syiar Islam. Suasana malam pun berubah menjadi lautan cahaya yang merefleksikan kebersamaan, persatuan, dan nilai-nilai Islam yang damai.
Mengusung tema “Dengan Semangat 1 Muharam, Kita Syiar Peradaban Islam Moderat di Bumi Tuntung Pandang”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan potensi daerah.
Sesampainya di lokasi expo, ribuan peserta pawai melintas di depan panggung utama yang dihadiri Bupati Tanah Laut, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, serta para tamu undangan.
Islamic Expo Tanah Laut 2026 yang berlangsung hingga 21 Juni menghadirkan 118 pelaku UMKM, pondok pesantren, lembaga pendidikan keagamaan, serta berbagai kegiatan religi dan edukatif.
Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, menyampaikan bahwa Islamic Expo merupakan bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Semangat Tahun Baru Islam harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperkuat nilai keagamaan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Islamic Expo 2026 yang menjadi salah satu agenda besar di awal masa kepemimpinannya.
“Kita ingin masyarakat memahami makna 1 Muharam bukan hanya sebagai pergantian tahun, tetapi sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, ia menilai Islamic Expo Tanah Laut berpotensi menjadi agenda tahunan.
Sementara itu, salah satu peserta stan dari Pondok Pesantren Drussalim, Anas Sayuti, mengatakan keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pendidikan pesantren sekaligus hasil kreativitas para santri.
“Berbagai karya santri kami tampilkan, mulai dari jenjang RA, Madrasah, MTs, hingga produk kerajinan dan kuliner khas seperti kerupuk serta kopi rempah Bati-Bati,” ujarnya.
Islamic Expo Tanah Laut 2026 menjadi bukti sinergi antara PCNU dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam menghadirkan peringatan 1 Muharam yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga menjadi ruang dakwah, kebersamaan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Editor: Rizki


