lenterakalimantan.com, TANJUNG – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana terus didorong Pemerintah Kabupaten Tabalong. Pasalnya, dari 131 desa dan 10 kelurahan yang ada di daerah tersebut, baru satu wilayah yang tercatat memiliki Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam sosialisasi Destana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong di Gedung Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kamis (6/7/2026).
Kegiatan dibuka Bupati Tabalong HM Noor Rifani dan diikuti 143 peserta yang terdiri dari 12 camat, 10 lurah, serta 131 kepala desa se-Kabupaten Tabalong.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan agar seluruh desa dan kelurahan memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana melalui pembentukan Destana.
“Outputnya supaya seluruh kelurahan dan desa di Tabalong bisa membentuk Destana di kelurahan dan desanya masing-masing,” kata Haris.
Saat ini, Destana yang telah terdaftar baru terdapat di Desa Nawin, Kelurahan Haruai, dengan tingkat Pratama.
Menurut Haris, pembentukan Destana tidak hanya sebatas membentuk organisasi, tetapi juga harus didukung relawan, peralatan, serta kemampuan manajerial. Relawan yang terlibat diharapkan memiliki pelatihan dan kompetensi dalam penanggulangan bencana.
“Nanti kami akan melakukan pembinaan, nanti terlihat tingkatannya mulai pratama, madya hingga utama. Tapi yang jelas hasil dari kegiatan ini mereka membentuk Destana yang terdaftar dulu. UPPS nanti juga dilibatkan di sana,” ujarnya.
Untuk memperkuat pemahaman para aparatur desa dan kelurahan, sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Materi yang diberikan antara lain mengenai akuntabilitas dan transparansi pengelolaan Dana Desa untuk penanggulangan bencana, kebijakan desa dan kelurahan tangguh bencana, hingga praktik pelaksanaan Destana.
Haris menjelaskan, materi juga disampaikan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong terkait prioritas penggunaan Dana Desa untuk mendukung penanggulangan bencana.
Ia berharap pemahaman yang diperoleh dalam sosialisasi dapat ditindaklanjuti dengan pembentukan Destana di masing-masing desa dan kelurahan.
Sementara itu, Bupati Tabalong HM Noor Rifani menilai kesiapsiagaan masyarakat merupakan bagian penting dalam menghadapi potensi bencana di daerah.
Menurutnya, Tabalong memiliki sejumlah risiko bencana, di antaranya banjir, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, serta potensi bencana lainnya.
“Karenanya penanggulangan bencana tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah atau BPBD semata. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha, relawan, hingga masyarakat,” kata Noor Rifani.
Ia berharap program Destana tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diterapkan secara nyata di tingkat desa dan kelurahan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengenali potensi risiko di lingkungannya dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana. Semakin siap masyarakat, semakin besar pula peluang kita untuk mengurangi korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan,” tegasnya.
Noor Rifani juga mendorong kepala desa dan lurah menjadi penggerak dalam membangun budaya sadar bencana di wilayah masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan Destana, Bupati Tabalong HM Noor Rifani turut menandatangani komitmen bersama untuk mendukung terwujudnya desa dan kelurahan tangguh bencana di Kabupaten Tabalong.


