lenterakalimantan.com, KUTAI BARAT – Kepedulian Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) kembali terlihat saat mengawali kunjungan kerja hari ketiga di wilayah tengah. Tak hanya menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Gubernur Harum juga langsung memenuhi permintaan warga yang mengaku belum memiliki listrik dan toilet dengan memberikan bantuan tunai sebesar Rp10 juta.
Kunjungan tersebut berlangsung di Desa Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat, Ahad (5/7/2026). Rombongan Gubernur bergerak dari Barong Tongkok sejak pukul 07.00 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.48 Wita.
Setibanya di Desa Muara Tae, Gubernur Harum didampingi Ketua TP PKK Kaltim Hj Sarifah Suraidah Harum meninjau sekaligus menyerahkan secara simbolis hasil rehabilitasi RTLH kepada dua warga penerima manfaat, yakni Sering dan Dedi Simson David.
Di sela penyerahan bantuan, Gubernur Harum berdialog langsung dengan penerima manfaat untuk memastikan kondisi rumah yang telah direhabilitasi benar-benar layak dihuni.
“Hari ini rehabilitasi RTLH sudah kami serahkan, apalagi yang kurang?” tanya Gubernur Harum kepada warga.
Dedi Simson David yang berprofesi sebagai petani mengungkapkan rasa syukur atas bantuan rumah yang diterimanya. Namun, ia menyampaikan masih membutuhkan sambungan listrik dan fasilitas toilet. Dengan nada bercanda, ia juga meminta baju milik Gubernur.
“Kami belum ada listrik dan toilet. Kalau ada juga kami mau baju-baju bekas Pak Gubernur,” ujarnya.
Mendengar permintaan tersebut, Gubernur Harum langsung memberikan respons. Ia meminta ajudannya mengambil uang tunai dari tas pribadinya dan menyerahkannya kepada keluarga Dedi Simson David.
“Hari ini juga apa yang bapak perlukan sudah saya bawa. Listrik, toilet dan baju baru,” kata Gubernur Harum sembari menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta.
Program rehabilitasi RTLH yang diserahkan di Desa Muara Tae merupakan bagian dari realisasi anggaran Tahun 2025. Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah merehabilitasi sebanyak 1.000 rumah tidak layak huni di berbagai kabupaten dan kota.
Khusus di Kabupaten Kutai Barat, bantuan rehabilitasi RTLH tahun 2025 dialokasikan untuk 29 unit rumah di Desa Muara Tae, 21 unit di Desa Mancong, 35 unit di Desa Tanjung Isuy, serta 15 unit di Desa Pulau Lanting.
Sementara itu, pada 2026, program rehabilitasi RTLH sempat terdampak efisiensi anggaran sehingga baru dialokasikan untuk 11 unit rumah di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih mengupayakan penambahan sekitar 500 unit rumah melalui pergeseran anggaran sebanyak 200 unit serta tambahan 300 unit melalui APBD Perubahan 2026 apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.
Selain meningkatkan kualitas bangunan, nilai bantuan rehabilitasi RTLH juga mengalami kenaikan. Jika pada 2025 setiap unit rumah memperoleh anggaran Rp25 juta yang difokuskan untuk perbaikan atap, lantai, dan dinding, maka pada 2026 alokasi bantuan meningkat menjadi Rp35 juta per unit dengan tambahan pembangunan fasilitas sanitasi agar rumah yang ditempati masyarakat semakin layak, sehat, dan nyaman.


