lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjaga kerukunan antarumat beragama kembali ditegaskan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat menghadiri Dialog Kebangsaan di Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kabupaten Kutai Barat. Di hadapan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan tokoh lintas agama, Rudy menyebut Kutai Barat sebagai contoh nyata keberhasilan merawat keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Rudy Mas’ud pada kegiatan Dialog Kebangsaan yang menjadi rangkaian Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Rudy, Kalimantan Timur merupakan miniatur Indonesia yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama. Dari seluruh daerah di Kaltim, Kutai Barat dinilainya menjadi salah satu wilayah yang berhasil mempertahankan kehidupan yang rukun, damai, dan penuh toleransi.
“Salah satu wujud keberagaman terbaik yang bisa dicontoh adalah Kutai Barat. Di tengah keberagaman, di sini kita bisa hidup berdampingan, gotong royong, adem dan saling menghormati,” ujar Rudy.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat nilai toleransi melalui berbagai program, salah satunya memberikan penghargaan kepada para penjaga rumah ibadah lintas agama berupa perjalanan religi ke tempat-tempat suci sesuai keyakinan masing-masing.
Program tersebut meliputi perjalanan ke Mekkah dan Madinah bagi umat Islam, Yerusalem bagi umat Kristen, Vatikan bagi umat Katolik, India bagi umat Hindu, serta Tibet bagi penganut Konghucu.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, Indonesia merupakan “lukisan Tuhan” yang paling indah karena dihiasi berbagai suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah, paling cantik di muka bumi. Karena itu jangan ada yang merusak lukisan ini,” tegas Nasaruddin.
Menag juga mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencatatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama sebesar 87 pada periode 2025–2026. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia mampu menjaga kedamaian meski hidup dalam kemajemukan.
Selain itu, ia mengingatkan agar pondok pesantren dan masjid tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan ibadah, tetapi juga menjadi rumah besar bagi nilai-nilai kemanusiaan.
Dialog Kebangsaan turut dihadiri Anggota DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum, Sekretaris Daerah Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur Abdul Khaliq, pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning Arif Heri Setiawan, jajaran OPD Pemprov Kaltim, para santri, serta tokoh lintas agama.


