Pilkada 2024 Tala, Begini Pandangan Pengamat Politik

Bakal calon bupati Tanah Laut yang akan bertarung di Pilkada 2024 Tala. Foto: Istimewa
Bakal calon bupati Tanah Laut yang akan bertarung di Pilkada 2024 Tala. Foto: Istimewa

lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pengamat Politik asal Tanah Laut (Tala) Hisyam Kumkelo memandang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Tala bakal akan lebih meriah dari lima tahun sebelumnya.

Hal itu dia melihat ada beberapa bakal calon maju di Pilkada Tala termasuk incumbent atau mantan Bupati Tala.

Bacaan Lainnya

Ia bilang, pihaknya masih mengingat menjelang akhir 2023 hingga awal 2024, ada momen sangat meriah. Bukan pentas musik, parade, maupun pertunjukan lainnya.

Tapi wajah-wajah calon pemimpin. Begitu meriah terpampang di jalan-jalan, media sosial, di tembok, tempat-tempat umum dan di mana pun.

“Saat itu merupakan fase krusial pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Penentu siapa yang terpilih menjadi presiden dan wakil presiden serta para anggota legislatif,” katanya saat dihubungi media ini, Kamis (20/6/2024).

Pengamat Politik Tala, Hisyam Kumkelo. Foto: dok. Pribadi
Pengamat Politik Tala, Hisyam Kumkelo. Foto: dok. Pribadi

Seluruh daya upaya tentu saja dikerahkan. Para calon pemimpin dan calon wakil rakyat berebut menarik simpati jutaan pemilih di daerah. Agar mereka mau memilih dirinya, atau calon yang dijagokan.

Dia mengatakan, hajatan besar Pemilu itu telah berakhir. Tentu dibumbui dinamika, sengketa, dan drama. Kini, hajatan lain telah menanti di seluruh daerah di Indonesia.

“Sekarang di Kabupaten Tanah Laut, tempat saya tinggal akan diadakan Pilkada secara serentak di seluruh Indonesia tinggal lima bulan lagi. Tepatnya pada 27 November 2024,” ujarnya.

Hisyam Kumkelo membayangkan, pesta demokrasi regional kali ini juga semeriah Pemilu beberapa waktu lalu. Greget atau semangat pilkada pasti akan muncul juga di kalangan masyarakat Tanah Laut.

“Pilkada di Kabupaten Tanah Laut kali ini hampir pasti dihiasi persaingan para calon yang diusung partai politik. Namun calon dari jalur independen masih minim,” ucapnya.

Artinya kata Hisyam, meski kualitas dan kedekatan calon pemimpin dengan masyarakat sangat penting dalam tren pilkada, mesin politik partai akan sangat berperan.

Mesin partai itulah yang akan memuluskan kemenangan para calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah tersebut.

“Partai politik harus mampu melakukan positioning, menyerap aspirasi, dan tentu memperjuangkan kepentingan masyarakat. Sehingga mereka mendapat kepercayaan dari pemilih,” tambahnya.

Ia mengatakan, pencalonan dalam Pilkada yang baik adalah menyelaraskan antara kebutuhan dan kepentingan masyarakat dengan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah yang diajukan.

Mengacu Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024, yang disahkan oleh KPU Tala, terdapat sebanyak 256.835 orang yang didata sebagai DPT.

Jumlah DPT terdiri dari 129.656 pemilih laki-laki, 127.179 pemilih perempuan, dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditetapkan sebanyak 1.135 TPS yang terdapat di 130 desa dan 5 kelurahan, tersebar di 11 kecamatan.

“DPT itulah yang akan menentukan masa depan daerah dengan menitipkan amanah kepada calon kepala daerah,” cetusnya.

Jika dianalogikan kata Hisyam, dalam sepakbola, masyarakat Kabupaten Tanah Laut akan memilih coach atau pelatih.

Tugas pelatih tentu saja menyusun skuad terbaik dan meracik segala strateginya. Supaya timnya menjadi pemenang dalam setiap pertandingan.

Demikian pula dengan kepala daerah. Mereka akan meracik serta mengorkestrasi semua elemen. Sehingga kabupaten yang dipimpin menjadi pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang datang.

Pemimpin daerah harus siap dan mampu menampung serta mengeksekusi aspirasi masyarakat. Belakangan ini menyaksikan di beberapa media, termasuk media sosial maupun media lokal daerah di Tanah Laut. Mulai bermunculan poster-poster bakal calon pemimpin untuk bersaing dalam Pilkada Kabupaten Tanah Laut mendatang.

“Ada yang muncul secara terang-terangan [menyebut bahwa dirinya mencalonkan diri], ada pula yang masih malu-malu. Masih sekadar cek ombak,” katanya.

Menurutnya, memang belum begitu meriah, karena proses yang harus mereka lalui masih pada fase awal, atau jangan-jangan memang energi dan daya mereka sudah terkuras dalam Pemilu, baik Pilpres maupun Pileg silam.

Sebenarnya, semakin sering calon pemimpin muncul, akan membuat masyarakat kian mengenal mereka. Itu adalah cara agar mereka mendapat dukungan dari masyarakat.

“Istilah gaulnya, perlu chemistry, yaitu perasaan saling terhubung yang terbangun di antara calon pemimpin dengan masyarakat yang dipimpin,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *