lenterakalimantan.com, BALANGAN – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Balangan mulai menyusun dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk Kawasan Wisata Terpadu Tebing Tinggi sebagai langkah strategis untuk menarik minat investor.
Sebagai tahap awal, tim gabungan melakukan survei lokasi dan sinkronisasi data teknis di lapangan, Rabu (8/7/2026).
Survei menyasar tiga objek wisata unggulan di Kecamatan Tebing Tinggi, yakni Riam Bainggi, Batu Ajung, dan Maranting. Dalam kegiatan tersebut, tim meninjau secara langsung kesiapan infrastruktur jalan menuju lokasi, tata kelola destinasi, kesesuaian dengan inovasi daerah, hingga memastikan status hukum serta kejelasan aset lahan.
Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Balangan, Windayani Pariyasanti, mengatakan penyusunan dokumen IPRO menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan kawasan sebelum ditawarkan kepada investor.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar siap dan matang saat dipromosikan. Dengan begitu, ketika investor masuk, program bisa langsung berjalan dan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa data hasil survei akan dikemas secara komprehensif dalam dokumen IPRO sebagai bahan promosi investasi yang memuat potensi kawasan, kebutuhan infrastruktur, serta proyeksi pengembangan ke depan.
Untuk memastikan akurasi data, DPMPTSP menggandeng sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak kecamatan, serta pemerintah desa setempat.
Didukung oleh Disporapar Balangan
Dukungan juga datang dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balangan. Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata, Muhammad Sigit Kondang Wibowo, berharap kawasan Tebing Tinggi dapat menjadi proyek percontohan pengembangan destinasi wisata di Balangan.
“Kami berharap investor bisa segera masuk. Jika berhasil, kawasan ini dapat menjadi model pengembangan destinasi wisata lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Ajung, Suhandi, menyambut baik rencana tersebut, namun mengingatkan pentingnya perbaikan infrastruktur penunjang, khususnya akses jalan menuju lokasi wisata.
“Harapan masyarakat, akses jalan bisa dibenahi terlebih dahulu agar mobilitas warga dan wisatawan lebih mudah,” ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Balangan menargetkan Kawasan Wisata Terpadu Tebing Tinggi mampu berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik investor, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Editor: Rizki


