lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan sistem pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Agus Hasbianto, mengatakan PM-AAS merupakan penyempurnaan dari teknologi yang telah digunakan petani, seperti drum seeder dan alat mesin pertanian lainnya.
“Teknologi ini bukan hal baru, tetapi dikembangkan agar lebih optimal, terutama dalam pengaturan jarak tanam dan efisiensi budidaya,” ujarnya.
Menurut Agus, penggunaan varietas unggul dan teknologi budidaya yang tepat berpotensi meningkatkan produktivitas padi hingga 6–10 ton per hektare. Angka tersebut meningkat secara signifikan dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya yang berkisar 3–4 ton per hektare.
“Jika produktivitas meningkat, maka pendapatan petani juga bisa naik dua hingga tiga kali lipat,” katanya.
Selain peningkatan hasil panen, pemerintah juga mendukung kesejahteraan petani melalui kebijakan harga gabah dan ketersediaan pupuk. Saat ini, harga gabah disebut telah mencapai Rp6.500 per kilogram, bahkan di beberapa daerah menembus Rp7.000 per kilogram.
Penguatan Sektor Pertanian lewat Penyediaan Pupuk Bersubsidi hingga Kepastian Harga Hasil Panen
Sementara itu, Kepala DTPHP Kalteng, Rendy Lesmana, menegaskan pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan pupuk bersubsidi, alat mesin pertanian, serta kepastian harga hasil panen.
“Penggunaan mekanisasi diharapkan dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan utama dalam penerapan PM-AAS adalah pengelolaan irigasi, terutama di kawasan rawa. Program ini pada 2026 ditargetkan mencakup lahan sekitar 14.017 hektare.
Rendy menegaskan keberhasilan PM-AAS bergantung pada penerapan budidaya secara terpadu, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.
“Harapan kami, produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani Kalimantan Tengah ikut terangkat,” pungkasnya.
Editor: Rizki


