lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Sebanyak 521 mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kapuas. Penutupan KKN Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung di Auditorium Kampus Uniska Handil Bakti, Senin (10/8/2026).
Kegiatan KKN tersebut dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, dan Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Secara keseluruhan, KKN diikuti sekitar 1.705 mahasiswa.
Penutupan kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, SP, didampingi Staf Ahli Bupati Kapuas Bidang KSDM Budi Kurniawan dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas H. Suwarno Muriyat.
Wakil Rektor I Uniska Prof. Dr. Ir. Aam Gunawan, MP., IPU, yang mewakili Rektor Uniska Prof. Dr. H. Muhammad Zainul, SE., MM., menyampaikan kegiatan KKN berjalan lancar. Seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan juga telah kembali dengan selamat.
“Alhamdulillah berjalan dengan lancar, tidak ada insiden yang membahayakan. Dari 1.705 orang yang mengikuti KKN, semuanya kembali dengan selamat,” ujarnya.
Pihak Uniska turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, camat, kepala desa, hingga perangkat lingkungan yang telah mendukung pelaksanaan KKN di wilayah penempatan mahasiswa.
Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Uniska, Drs. H. Budiman Mustofa, mengatakan KKN menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, selama KKN mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial, potensi, serta persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Penutupan KKN bukan sekadar berakhirnya sebuah program, tetapi menjadi penanda bahwa proses pembelajaran secara langsung di tengah masyarakat telah memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Dodo menyampaikan apresiasi kepada Uniska yang telah menjadikan Kabupaten Kapuas sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kapuas, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari yang telah mempercayakan Kabupaten Kapuas sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan KKN,” ujarnya.
Dodo menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga bentuk pengabdian sekaligus kesempatan menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung.
Menurutnya, mahasiswa dapat mempelajari berbagai aspek pembangunan selama berada di desa, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, hingga sosial budaya.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama KKN di Kabupaten Kapuas dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
“Jadikan setiap pengalaman, interaksi, dan persoalan yang ditemui selama berada di tengah masyarakat sebagai pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih matang, peduli, dan bertanggung jawab,” pesannya.


