lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menempatkan peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan sejak usia dini.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kerja sama Pemprov Kaltim dengan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim dalam program Gratispol, khususnya pemberian bantuan insentif bagi guru PAUD swasta.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, dukungan terhadap guru PAUD diperlukan karena pendidik menjadi salah satu pihak yang paling dekat dengan proses pembentukan karakter dan kemampuan anak.
Hal itu disampaikannya saat membacakan sambutan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam seminar bertema “Bersama Guru Hebat, Wujudkan PAUD Berkualitas untuk Generasi Emas Kalimantan Timur”.
“Peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dengan memberikan perhatian kepada mereka yang paling dekat dengan proses pelaksanaan pendidikan, salah satunya pendidik atau guru PAUD. Untuk itu, melalui seminar ini kita harapkan dapat meningkatkan kompetensi guru sehingga kualitas pembelajaran PAUD ke depan semakin baik,” kata Sri Wahyuni.
Menurutnya, PAUD tidak hanya menjadi tahap awal pendidikan formal, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membangun karakter anak sekaligus mengembangkan kemampuan mereka sebagai generasi penerus.
Karena itu, peningkatan kompetensi pendidik perlu berjalan beriringan dengan dukungan terhadap kesejahteraan guru. Dalam konteks tersebut, program Gratispol dinilai menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan layanan pendidikan di daerah.
Sri Wahyuni mengapresiasi penandatanganan kerja sama Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim terkait pelaksanaan program tersebut.
“Ini merupakan langkah penting untuk memastikan pelayanan pendidikan terus berlangsung dan program Gratispol dari Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di kabupaten/kota, tidak terkecuali guru PAUD,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Kaltim Hj. Sarifah Suraidah Harum menekankan bahwa kualitas pendidikan anak usia dini sangat bergantung pada kapasitas guru yang mendampingi mereka.
Menurutnya, guru PAUD memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan anak-anak pada fase awal pertumbuhan dan perkembangan.
“Guru PAUD memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan meletakkan fondasi pendidikan anak sejak usia dini,” ujarnya.
Ia berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kapasitas secara teori. Pengetahuan yang diperoleh para guru diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari, sehingga metode mendidik, membimbing, dan mendampingi anak semakin sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang mereka.
Peningkatan kompetensi guru, lanjutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan agar pembelajaran PAUD berlangsung semakin berkualitas, menyenangkan, dan mampu memberikan pengalaman positif bagi anak.
Dengan demikian, penguatan PAUD di Kaltim tidak hanya berbicara mengenai sarana dan program pemerintah, tetapi juga menyentuh kualitas sumber daya manusia yang berada di garis depan pendidikan anak.
Seminar tersebut turut dihadiri Direktur PAUD Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen Kurniawan, Kepala BPMP Kaltim Dr. Jarwoko, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Dasmiah, perwakilan perangkat daerah terkait di lingkup Pemprov Kaltim, perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim, serta peserta seminar.
Editor: Muhammad Tamyiz


