lenterakalimantan.com, JAKARTA – Keberadaan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada yacht milik pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, menjadi perhatian publik.
Kemhan memastikan kapal tersebut bukan milik pemerintah, melainkan aset pihak swasta yang digunakan untuk mendukung mobilisasi kegiatan program ketahanan pangan nasional.
Dikutip dari IDN Times, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan penggunaan kapal tersebut berkaitan dengan kebutuhan program ketahanan pangan yang berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.
“Jadi, kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta yang digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Indonesia,” kata Rico, Jumat (14/8/2026).
Foto yacht dengan logo Kemhan sebelumnya ramai beredar setelah kapal tersebut terlihat di kawasan Papua.
Rico menegaskan, keberadaan logo Kemhan tidak mengubah status kepemilikan kapal tersebut. Yacht itu tetap merupakan milik pihak swasta dan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Properti Milik Swasta Boleh Gunakan Logo Institusi
Kemhan juga menyebut penggunaan logo institusi pada properti milik swasta bukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh perusahaan tertentu.
Menurut Rico, pihak swasta lainnya juga dapat menggunakan logo Kemhan apabila memenuhi persyaratan, mendukung program pemerintah, serta memperoleh persetujuan dari Kemhan.
“Kesempatan tersebut tidak terbatas pada perusahaan tertentu. Sepanjang pihak swasta mendukung program pemerintah, penggunaannya telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pertahanan sesuai ketentuan dan kebutuhan program. Maka, hal tersebut dimungkinkan,” jelasnya.
Keterlibatan Haji Isam dalam agenda ketahanan pangan pemerintah diketahui salah satunya melalui proyek lumbung pangan di Merauke, Papua.
Dalam proyek tersebut, ia terlibat dalam kegiatan pencetakan sawah dengan mendatangkan ribuan alat berat untuk mendukung pengembangan lahan pertanian.
Editor: Rizki


