lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menggelar Entry Meeting evaluasi kemudahan perizinan di daerah, dengan fokus utama pada sektor perkebunan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula BPKAD Tabalong tersebut dipimpin Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tabalong Hj Hamidah Munawarah, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Selatan Ayi Riyanto, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta undangan lainnya, Rabu (12/8/2026).
Wakil Bupati Tabalong Habib Taufani mengatakan, evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola perizinan, khususnya terkait kegiatan investasi di bidang perkebunan.
Menurutnya, evaluasi telah dimulai sejak 30 Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga September mendatang dengan durasi sekitar 43 hari.
“Data awal disiapkan oleh OPD terkait, mulai dari DPMPTSP, Dinas Perkebunan, PUPR dan lainnya. Inspektorat juga membantu menyiapkan data-data yang diminta oleh pihak BPKP,” ujar Habib Taufani.
Ia berharap seluruh data yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan evaluasi sehingga dapat menjadi bahan perbaikan tata kelola perizinan di Kabupaten Tabalong.
“Semoga hasil data yang nanti disampaikan sesuai dengan harapan yang diminta oleh pihak BPKP dan dapat menjadi bahan evaluasi kita ke depannya untuk memperbaiki tata kelola perizinan yang ada di Tabalong,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Kalsel Ayi Riyanto mengatakan, evaluasi kali ini memprioritaskan perizinan di sektor perkebunan.
“Ini sesuai dengan perintah dari pimpinan di pusat bahwa saat ini kita fokus ke perkebunan dulu,” ujarnya.
Ayi menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk memastikan proses perizinan perkebunan berjalan sesuai ketentuan dan mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, tahapan awal evaluasi dilakukan melalui pengumpulan informasi dan data yang selanjutnya menjadi bahan untuk melihat pelaksanaan perizinan di lapangan.
“Kami minta data-data untuk evaluasi bisa disiapkan, karena efektivitas dari sebuah evaluasi itu dari data dulu. Setelah datanya lengkap dan valid, itu bisa membawa kita pada penyelesaian masalah,” pungkasnya.


