lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin. Tim Sapakawanan Project yang bernaung di bawah Ekstrakurikuler Sinematografi berhasil meraih Juara 1 Lomba Video Kreatif Literasi Asuransi yang diselenggarakan oleh Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Minggu (2/8/2026).
Mengusung karya berjudul “Investasi Boleh Jalan, tapi Proteksi Jangan Ketinggalan”, tim yang terdiri dari Nafisah Almira, Muhammad Dhafa Al Rezkhi, Muhammad Pratama Riyadi, Muhammad Redha Febrianur, dan Muhammad Rezki, seluruhnya siswa XII A Broadcasting dan Perfilman (BRCF), sukses menyisihkan peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Video edukasi tersebut mengambil lokasi syuting di Kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin dan Puskesmas Kertak Hanyar. Melalui konsep visual yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda, tim mengangkat pentingnya membangun kesadaran bahwa investasi saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan perlindungan finansial melalui asuransi.
Keberhasilan tersebut menjadi semakin istimewa karena SMK Negeri 3 Banjarmasin menjadi satu-satunya sekolah dari Kalimantan Selatan yang berhasil meraih Juara 1, sekaligus mengungguli karya-karya dari peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan ternama, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Telkom University, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), STMA Trisakti, hingga sejumlah SMA unggulan dari berbagai provinsi.
Pada daftar 10 Besar Terbaik, kompetisi ini juga diisi oleh peserta dari STMA Trisakti, SMAN 66 Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Satu University (Member of Binus Higher Education), SMA Negeri 1 Probolinggo, dan Universitas Negeri Jakarta. Dominasi peserta dari perguruan tinggi tersebut semakin mempertegas kualitas karya yang dihasilkan siswa SMK Negeri 3 Banjarmasin.
Video yang mengantarkan tim menjadi juara mengangkat fenomena meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi, namun belum diimbangi dengan pemahaman mengenai pentingnya manajemen risiko. Berangkat dari data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tim menjelaskan bahwa banyak masyarakat mulai aktif berinvestasi, tetapi masih mengabaikan fondasi utama dalam piramida keuangan, yakni proteksi.
Melalui narasi yang ringan namun berbasis data, video tersebut menjelaskan bagaimana asuransi bekerja dengan prinsip pooling of risk atau berbagi risiko. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa ketahanan finansial bukan hanya ditentukan oleh kemampuan mengumpulkan aset, tetapi juga kesiapan melindungi aset tersebut ketika risiko tak terduga datang. Video juga mengajak masyarakat untuk memastikan perusahaan asuransi yang dipilih telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ketua tim, Nafisah Almira, mengaku tidak menyangka karya yang mereka buat mampu meraih penghargaan tertinggi pada kompetisi berskala nasional tersebut. “Saya sangat bersyukur dan bangga bisa mengikuti lomba ini. Melalui proses pembuatan video ini, saya belajar banyak bahwa menyampaikan literasi asuransi membutuhkan pendekatan yang relevan agar pesan utamanya benar-benar sampai ke hati penonton dan dapat dijadikan acuan untuk masa depan keuangan yang lebih aman. Semoga karya ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya, sekaligus menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam meningkatkan literasi serta kesadaran akan pentingnya perlindungan finansial sejak dini. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada penyelenggara, keluarga, serta guru pembimbing yang telah memberikan wadah dan dukungan penuh selama proses pembuatan video ini,” ungkap Nafisah.
Sementara itu, guru pembimbing sekaligus pengajar Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin, M. Rizal, S.Pd, menyebut keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi sekolah. “Tentu bersyukur atas capaian prestasi ke-28 ini dalam kurun waktu dua tahun sejak saya pertama kali mengajar di SMK Negeri 3 Banjarmasin. Salah satu yang membuat prestasi ini semakin spesial adalah siswa SMK mampu bersaing dan bahkan menjadi juara di antara karya-karya dari berbagai kampus hebat di Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata di lapangan. Anak-anak berani keluar dari lingkungan sekolah, melakukan proses syuting di berbagai lokasi, berinteraksi dengan masyarakat, dan hasilnya mereka berkembang dengan sangat baik.”
Menurutnya, proses produksi video juga menjadi ruang pembelajaran yang komprehensif bagi siswa. Mulai dari riset materi, penulisan naskah, penyusunan konsep visual, pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan dilakukan secara mandiri dengan pendampingan guru.
“Kami selalu mendorong siswa agar tidak hanya menguasai keterampilan teknis produksi film, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai edukasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kompetisi seperti ini menjadi media yang sangat baik untuk mengasah kreativitas sekaligus mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek yang selama ini diterapkan di sekolah,” tambahnya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat reputasi Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin sebagai salah satu sekolah vokasi yang konsisten melahirkan karya-karya kreatif berprestasi di tingkat nasional. Di tengah persaingan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama, keberhasilan tim Sapakawanan Project membuktikan bahwa siswa SMK memiliki kompetensi yang mampu bersaing secara profesional ketika diberikan ruang untuk berkarya dan berinovasi.
Melalui kemenangan ini, SMK Negeri 3 Banjarmasin berharap semakin banyak generasi muda yang memanfaatkan media audiovisual sebagai sarana edukasi publik. Di sisi lain, pesan utama dari video “Investasi Boleh Jalan, tapi Proteksi Jangan Ketinggalan” diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa membangun masa depan finansial yang sehat tidak hanya dimulai dari investasi, tetapi juga dari perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi kapan saja.
Sumber : Rilis


