lenterakalimantan.com, TAMIANG LAYANG – Meski sejumlah titik api di wilayah Barito Timur, Kalimantan Tengah, berhasil ditangani, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus muncul di beberapa lokasi.
Sebelumnya, Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, bersama tim terpadu telah turun langsung menangani kebakaran di Desa Sarapat, Kecamatan Paju Epat, yang terjadi pada Rabu (26/8/2026). Hingga kini, belum ada laporan kebakaran besar yang kembali terjadi.
Namun demikian, seluruh unsur pemadam kebakaran tetap disiagakan, mulai dari BPBD dan Damkar Setda Bartim, Polres Bartim, Yonif TP 924/Uria Mapas, hingga relawan masyarakat.
Kesiapsiagaan tersebut terbukti penting ketika dua kejadian kebakaran di Desa Sumberejo, Kecamatan Pematang Karau, dan Desa Mulajare, Kecamatan Karusen Janang, pada Kamis (27/8/2026) dapat segera dipadamkan sebelum meluas dan menimbulkan korban.
Koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga pihak perusahaan disebut menjadi faktor utama cepatnya penanganan di lapangan.
Baca juga: Cegah Karhutla Meluas, BPBD Balangan Pertajam Patroli di Tiga Titik Rawan
Adi menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
Menurutnya, kesadaran dan tanggung jawab bersama menjadi kunci untuk menekan potensi kebakaran agar tidak semakin meluas dan sulit dikendalikan.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, pemerintah daerah berharap upaya penanganan karhutla di Barito Timur dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi di setiap kejadian.
Editor: Rizki


