lenterakalimantan.com, MUARA TEWEH – DPRD Barito Utara menilai keputusan Pemerintah Kabupaten Barito Utara meniadakan seluruh bentuk hiburan pada Festival Barito Utara 2025 sebagai langkah etis dan mencerminkan empati di tengah duka nasional akibat bencana yang melanda Aceh dan Sumatera.
Anggota DPRD Barito Utara, H. Nurul Anwar, mengatakan kebijakan tersebut menunjukkan kepekaan pemerintah daerah dalam menyikapi kondisi nasional. Menurutnya, penundaan kegiatan hiburan merupakan keputusan bijak agar perhatian dan sumber daya dapat difokuskan pada upaya kemanusiaan.
“Keputusan ini bukan sekadar administratif, melainkan wujud empati pemerintah daerah terhadap para korban bencana. Hiburan bisa ditunda, tetapi kebutuhan kemanusiaan harus diprioritaskan,” ujar Nurul Anwar, Minggu (7/12/2025).
Ia menegaskan bahwa anggaran dan energi pemerintah seharusnya diarahkan untuk mendukung penanganan dampak bencana yang membutuhkan respons cepat. DPRD, lanjutnya, mendukung penuh kebijakan tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat turut menunjukkan solidaritas.
“Kami berharap masyarakat Barito Utara, termasuk komunitas seni dan pelaku ekonomi kreatif, dapat memahami kebijakan ini. Solidaritas menjadi hal utama ketika saudara-saudara kita sedang mengalami musibah,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Utara menyampaikan bahwa pembatalan hiburan Festival Barito Utara 2025 merupakan arahan langsung Bupati Barito Utara, agar dukungan serta anggaran daerah dapat diprioritaskan untuk penanganan bencana di tingkat nasional.
Editor : Tim Redaksi












