lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melakukan rotasi dan pengisian jabatan terhadap 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Banjarmasin. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan dipimpin Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Rabu (23/9/2026) sore.
Rotasi tersebut mencakup sejumlah jenjang jabatan, mulai dari pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas hingga pejabat fungsional. Sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemko Banjarmasin turut mengalami perubahan.
Yamin mengatakan, pelantikan merupakan bagian dari penataan organisasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini tanggal 23 September kita melakukan pelantikan, salah satunya Kepala Inspektorat dan beberapa sekretaris, beberapa kabid dan kabag di Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujar Yamin.
Ia meminta para pejabat yang mendapat amanah baru dapat membangun kerja sama lintas perangkat daerah dan menjalankan tugas dengan orientasi pada pelayanan masyarakat.
“Kita berharap dengan formasi baru ini semua pelayanan publik, pelayanan kepada masyarakat itu benar-benar bisa lebih dimaksimalkan lagi. Kita harus bergandengan, saling mendukung, bahu-membahu untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banjarmasin,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, Yamin juga menyoroti pengisian jabatan lurah yang kini telah berstatus definitif. Ia meminta para lurah tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi aktif melihat kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurutnya, lurah merupakan salah satu ujung tombak pemerintah daerah karena berhadapan langsung dengan masyarakat dan berbagai persoalan di tingkat kelurahan.
“Kita berharap kepada Bapak-Ibu lurah yang dilantik hari ini bisa benar-benar turun ke lapangan, mendengarkan aspirasi dan masukan masyarakat, bagaimana kondisi Banjarmasin saat ini,” tutur Yamin.
Salah satu perhatian yang ditekankan adalah keberadaan sungai sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Banjarmasin. Yamin meminta jajaran kelurahan ikut mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian sungai.
“Yang sedang kita gencarkan adalah menjaga sungai-sungai kita yang ada di Banjarmasin,” tegasnya.
Selain pelantikan, Pemko Banjarmasin juga memberikan penghargaan kepada sejumlah ASN yang dinilai telah memberikan kontribusi dan membawa nama baik daerah.
Yamin mengatakan apresiasi tersebut diharapkan dapat mendorong ASN lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi bagi Kota Banjarmasin.
“Kita memberikan reward kepada mereka yang sudah membawa nama Banjarmasin naik. Kita berikan apresiasi. Harapan kita seperti itu nantinya, para ASN kita yang memiliki kemampuan dapat memberikan kontribusi untuk Kota Banjarmasin agar ada semangatnya,” jelasnya.
Kepala BKPSDM Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto menjelaskan, 150 ASN yang dilantik terdiri atas satu pejabat Eselon II.b, 14 Eselon III.a, 28 Eselon III.b, 80 Eselon IV.a, 21 Eselon IV.b, serta enam pejabat fungsional.
Menurut Totok, pengisian dan pergeseran jabatan pimpinan tinggi pratama juga mulai diarahkan melalui penerapan sistem merit dan manajemen talenta.
Pemko Banjarmasin, kata dia, telah memperoleh rekomendasi untuk menerapkan manajemen talenta dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama. Dengan mekanisme tersebut, pengisian jabatan tidak selalu harus dilakukan melalui seleksi terbuka.
“Untuk pergeseran Eselon II, Kota Banjarmasin sekarang sudah diberikan rekomendasi untuk melaksanakan sistem merit, yaitu manajemen talenta. Jadi kalau manajemen talenta itu tidak diperlukan lagi dengan selter atau seleksi terbuka. Cukup dengan manajemen talenta,” jelas Totok.
Ia mengatakan penerapan mekanisme tersebut masih dalam tahap pembahasan. BKPSDM Kota Banjarmasin selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk membahas mekanisme pelaksanaannya.
“Mekanismenya masih berproses. Insyaallah setelah ini kita akan melakukan desk dengan BKN. Nanti semoga di bulan depan, untuk mengisi kekosongan di Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, itu tidak perlu lagi dengan seleksi terbuka,” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi


