lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mengerahkan personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola), sepanjang September 2026.
Terbaru, Regu 1 BPBD Kota Banjarmasin bersama unsur terkait membantu menangani kebakaran lahan di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (22/9/2026).
Penanganan tersebut dilakukan atas instruksi Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR. Besarnya skala kebakaran membuat unsur Polresta Banjarmasin, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin, serta relawan pemadam kebakaran turut dilibatkan.
Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,32 hektare. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pengamanan, terutama di area yang berada dekat dengan permukiman warga.
Hingga penanganan terakhir, api belum sepenuhnya padam.
“Fokus kami membantu pengamanan, terutama pada titik yang mendekati permukiman warga. Ketika kondisi membutuhkan dukungan, kami berkoordinasi dan bergerak bersama unsur terkait agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin.
Sehari sebelumnya, Regu 3 BPBD Kota Banjarmasin juga membantu penanganan kebakaran lahan di Jalan Martapura Lama Kilometer 8, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Senin (21/9/2026).
Dukungan serupa dilakukan BPBD Kota Banjarmasin di Kompleks CitraLand, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, pada 15 September 2026. Sebelumnya, personel juga membantu penanganan karhutla di Jalan Tebing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, pada 12 September 2026.
Husni mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas wilayah, terutama ketika kebakaran berpotensi meluas dan mendekati permukiman warga.
“Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab daerah tempat kejadian. Ketika kondisi membutuhkan dukungan, koordinasi lintas wilayah menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.
Menurut Husni, BPBD Kota Banjarmasin terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar, BPBD Kabupaten Barito Kuala, dan unsur terkait lainnya dalam mendukung penanganan kebakaran di wilayah sekitar.
Selain membakar lahan, karhutla juga dapat menimbulkan asap yang menyebar ke wilayah lain. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.
BPBD Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kering, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Dukungan lintas wilayah akan dilakukan sesuai kebutuhan dan hasil koordinasi di lapangan, dengan prioritas mencegah api meluas dan melindungi masyarakat, terutama di kawasan permukiman.
Editor: Tim Redaksi


