lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin menekankan pentingnya implementasi proyek perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin, saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 di Aula Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, Banjarbaru, Jumat (25/9/2026).
Pelatihan tersebut diikuti 40 peserta dari lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan instansi vertikal se-Kalimantan Selatan. Sebanyak 15 peserta berhasil meraih predikat sangat memuaskan.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan kesungguhan selama mengikuti rangkaian pelatihan. Ia berharap PKA tidak sekadar menjadi pemenuhan persyaratan kedinasan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan para pejabat administrator dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
“Setiap pemimpin perlu terus mengembangkan kompetensi, keterampilan, kemampuan adaptasi, komunikasi, serta kemampuan manajerial. Seorang pemimpin juga harus mampu menjadi panutan dan memberikan teladan yang baik di lingkungan kerjanya,” ujar Syarifuddin membacakan sambutan Gubernur.
Muhidin juga menekankan pentingnya keberlanjutan aksi perubahan yang telah dirancang peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan harus diterapkan dan dikembangkan agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja organisasi serta pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai aksi perubahan hanya untuk memenuhi syarat pelatihan. Aksi perubahan harus benar-benar menjadi terobosan yang memberikan manfaat untuk orang banyak,” tegasnya.
Ia berharap para peserta PKA Angkatan III dapat kembali ke instansi masing-masing dengan semangat baru, kepercayaan diri, dan kecakapan manajerial yang lebih baik. Kompetensi tersebut diharapkan mendukung kemampuan pejabat administrator dalam menyusun perencanaan, mengelola penganggaran, serta melakukan mitigasi risiko.
Menurut Muhidin, peningkatan kualitas kepemimpinan semakin penting bagi Kalimantan Selatan yang memiliki posisi strategis sebagai gerbang logistik Kalimantan. Karena itu, peningkatan kinerja organisasi dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan perlu terus dilakukan.
“Dari seluruh pejabat administrator yang telah dilatih, kita berharap lahir aksi-aksi nyata yang mampu mengubah dan meningkatkan kinerja organisasi secara maksimal,” kata Syarifuddin membacakan sambutan Gubernur.
Usai upacara penutupan, Syarifuddin kembali mengingatkan para peserta agar mengimplementasikan proyek perubahan di instansi masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan.
Ia berharap inovasi yang dihasilkan peserta dapat menjadi contoh bagi aparatur lainnya dalam mengembangkan kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan mitigasi risiko.
“Kita harapkan proyek perubahan yang dilakukan oleh para peserta ini benar-benar nantinya diimplementasikan di instansinya masing-masing setelah pulang. Mudah-mudahan ini sebagai role model bagi rekan-rekan yang belum melaksanakan kegiatan ini,” ujar Syarifuddin didampingi Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah.
Dalam upacara penutupan tersebut, panitia mengumumkan 15 peserta yang memperoleh predikat sangat memuaskan dari total 40 peserta. Lima peserta dengan nilai tertinggi adalah Muhammad Ramadani, Rizki Akbar, Denni Jumanson Naibaho, dr. Sarah Hidayani, dan dr. Fathullah.
Prosesi penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Syarifuddin, didampingi Faried Fakhmansyah dan perwakilan Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada lima peserta terbaik.
Sebagai tanda kenang-kenangan, perwakilan peserta juga menyerahkan plakat kepada Kepala BPSDMD Kalsel.
Kegiatan tersebut dihadiri pejabat struktural dan widyaiswara di lingkungan BPSDMD Provinsi Kalsel, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta undangan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Upacara ditutup dengan pengucapan ikrar alumni oleh seluruh peserta PKA.
Editor: Tim Redaksi


