lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Legislator Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Didi Hartoyo mengingatkan seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau, Senin (13/7/2026).
“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang, sehingga risiko terjadinya karhutla juga meningkat. Karena itu, semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini,” ujar Didi di Kuala Kapuas, Senin.
Menurutnya, karhutla perlu menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga sektor pendidikan apabila kabut asap kembali terjadi.
Didi menilai langkah pencegahan perlu diperkuat sebelum kebakaran meluas. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat diminta meningkatkan koordinasi, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan karhutla.
Selain kesiapan personel, ia juga meminta instansi terkait memastikan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla, seperti peralatan pemadam, sumber air, serta posko siaga, dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.
Politisi PDI Perjuangan tersebut turut mengimbau masyarakat, khususnya petani dan pekebun, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, praktik tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang.
“Masyarakat harus memahami membakar lahan bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan lingkungan dan keselamatan banyak orang. Mari kita bersama-sama menjaga Kapuas agar tetap bebas dari bencana kabut asap,” katanya.
Didi yang kembali terpilih sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kapuas III juga mendorong pemerintah daerah mengintensifkan sosialisasi mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menilai edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat, ancaman karhutla selama musim kemarau dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman, nyaman dan produktif tanpa terganggu bencana asap,” demikian Didi.


